Selasa, 20 Oktober 2015

Ramaikan Gathering Nasional SIGI di Medan Yuk!




Gathering Nasional SIGI (Sahabat Indonesia Berbagi) tahun ini diselenggarakan kembali, tepatnya diselenggarakan di kota Medan.

Gathering Nasional SIGI ini akan diadakan pada tanggal 14 dan 15 November 2015.


Dengan mengambil tema "Medan Heritage dan Culinary Adventure" para peserta nantinya akan diajak untuk mengenali kota Medan lewat makanan khas dan tempat-tempat bersejarah di kota Medan tentunya. Jadi tunggu apa lagi? Yuk ikutan berpartisipasi teman-teman :)

Untuk yang hobi masak, kegiatan ini cocok sekali untuk kalian. Karena di hari pertama nantinya kita akan belanja, memasak dan tentunya makan bersama hasil masakan kita, kurang seru apa coba?

Nah di hari kedua kita akan berbagi keceriaan bersama adik-adik asuh SIGI Medan dengan memperkenalkan budaya dan tempat bersejarah di kota Medan.

Kegiatan ini terbuka untuk umum loh. Jadi siapapun dan darimana pun boleh gabung di kegiatan ini :)


Untuk Donasi dan Pendaftaran:
Paket A: Rp 100.000,- (Baju + Donasi)
Paket B: Rp 100.000,- (Donasi + Trip)
Paket C: Rp 150.000,- (Donasi + Baju + Trip)

Pendaftaran atau pemesanan silahkan hubungi:
Rani Ardilla Barus (0853 6113 7926)
Transfer ke:
Bank BRI
A.n : Rani Ardilla Barus
A.c : 1091.01.000936.53.0

Format Pemesanan:
Nama/Paket/Ukuran baju/lengan/jumlah/alamat/no.hp

NB: Ukuran baju (S, M, L, XL, XXL) dan lengan panjang + Rp 10.000,-
Belum termasuk ongkos kirim ya.

Batas akhir pendaftaran dan pemesanan 31 Oktober 2015

Supported by Medan Heritage


Ditunggu partisipasinya teman-teman.

Salam SIGI ceria (/ ^,^)/

Berbagi tak akan membuatmu rugi

Kamis, 10 September 2015

Pacu Kude, Tradisi Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia di Takengon

Seperti tahun-tahun sebelumnya Pacuan Kuda atau lebih dikenal dengan sebutan 'Pacu Kude' oleh masyarakat Gayo menjadi tradisi tahunan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.



Biasanya Pacuan Kuda dilaksanakan selama seminggu penuh dan pada hari minggu merupakan puncak atau finalnya, jadi pada hari minggu hampir semua masyarakat Takengon atau dari beberapa kabupaten sekitar akan berdatangan memenuhi Lapangan Pacuan Kuda HM Hasan Gayo Belang Bebangka di Pegasing.

Untuk mencapai Lapangan jika kalian tidak memiliki kendaraan sebenarmya tidak sulit. Karena biasanya jika musim pacuan kuda seperti ini maka angkot atau yang lebih dikenal dengan sebutan labi-labi akan langsung masuk ke komplek lapangannya, jadi kita juga nggak perlu jalan jauh dari jalan utama menuju ke lapangannya. Untuk tarif normal penumpang hanya perlu membayar Rp 5.000, tetapi kadang suka dinaikin juga ongkosnya jadi Rp 7.000. Jadi jangan lupa bertanya dulu sebelum membayar ya. Dari pusat kota kalian tinggal mencari labi-labi yang bertuliskan TOA aja pasti langsung nyampe kok.

Pada hari minggu (23/8/2015) saya menuju ke Lapangan HM Hasan Gayo dengan menumpang labi-labi. Berangkat lebih pagi dapat menghindari kemacetan juga buat kita. Ya walau jarak dari pusat kota Takengon tidak terlalu jauh ke Lapangannya, tapi ya kalau sudah terjebak macet kan nggak asik juga.

Pacuan kuda ini biasanya dimulai sekitar jam 10 - 11 pagi. Nah datang lebih pagi juga memudahkan kita untuk mencari lokasi menonton yang bagus dan tidak berebutan dengan penonton yang lain. Ya tapi ingat-ingat jangan melewati pagar pembatas ya saat menonton. Karena kita kan nggak bisa menduga kudanya bisa berlari ke arah mana aja, ya demi keamanan tentunya.


Suasana tribunnya
dilihat dari kejauhan,
padat ya...

Suasana di tengah
lapangan.


Pacuan kuda di Takengon ini masih bersifat tradisional. Jokinya biasanya berkisar antara anak-anak dan remaja, tetapi belum memiliki perlengkapan keamanan bagi jokinya.



Yang jualan juga rame, mulai dari yang jualan makanan, peralatan dapur, buah-buahan, pakaian baru maupun bekas, sampai yang jualan masker juga ada.

Abang-abang ini minta difoto
dikirain sayanya wartawan sama
mereka, hahaha...


Jemblang atau Jambu Keling
jajanan ini juga merupakan
jajanan khas karena
kebetulan masa panennya
jatuh di bulan
Agustus.


Burung pipit ini
banuak dibeli oleh anak-anak.
Tapi kesian burungnya dicat gitu,
tadinya saya kira
itu warna alaminya :(

Lagi-lagi sayanya
dikirain wartawan,
abang-abang supir labi-labi
ini minta difotoin juga :D

Tradisi pacuan kuda ini sudah berlangsung sejak abad ke-19. Dulunya dilakukan di pinggir Danau Lut Tawar sebelah timur sebelum pindah ke Lapangan Musara Alun di daerah kota sampai akhirnya dipindahkan lagi ke Lapangan HM Hasan Gayo ini.

Buat kalian yang memiliki waktu luang di bulan Agustus, event ini salah satu event yang sayang untuk dilewatkan teman-teman.



Rabu, 19 Agustus 2015

Semarak HUT RI ke 70 di Tetunyung, Takengon


Assalammu'alaikum wr wb

Dirgahayu Indonesiaku tercinta ♥

Sama seperti di setiap sudut Indonesia, di lingkungan saya tinggal juga diselenggarakan perlombaan untuk menyemarakkan ulang tahun Republik Indonesia. Yuk kita lihat beberapa foto suasana 17-an kemarin di dekat rumah saya.



Karena sulitnya mendapatkan jeruk bali di Takengon, sepertinya panitia 17-annya berinisiatif menggantinya dengan pepaya yang hanya dilumuri tepung saja di permainan mengumpulkan koin.



Kelompok anak perempuan dalam lomba membawa kelereng terlihat lebih sabar dibandingkan dengan kelompok laki-laki. Ini terlihat dari tidak seringnya mereka menjatuhkan kelereng yang mereka bawa dan bisa langsung ke garis finish. Tidak seperti kelompok laki-laki yang sering menjatuhkan kelereng mereka sehingga harus mengulang dari garis start, hehehe...



Dalam permainan lari goni dalam sebutan kami atau balap karung dalam sebutan umum, adik-adiknya semangat sekali bahkan ada yang keserimpet, hehehe....






Permainan panjat pinangnya diselenggarakan selesai waktu Ashar. Walau hari hujan, pesertanya tetap antusias. Oia mungkin kalian heran ya dimana hadiahnya? Hadiahnya hanya ditulis pada kertas-kertas saja, jadi tidak langsung digantung seperti biasanya. Kurang meriah sih memang, tapi ya walau begitu tetap saja susah untuk mengambilnya, hehehe...


Pengumuman pemenangnya dilakukan malam hari jadi sayanya nggak ikutan nonton lagi.


Oia untuk kalian yang sedang di Takengon jangan lewatin event Pacuan Kuda selama seminggu ini ya.

Takengon
Pacuan Kuda




Rabu, 22 Juli 2015

Happy EID Mubarak 1436 H





Assalammualaikum wr wb

Happy EID Mubarak teman-teman.
Mudah-mudahan tahun depan kita di pertemukan lagi dengan bulan Ramadhan, aamiin ya Rabb.
Mohon maaf atas segala kesalahan Chi dalam perkataan juga perbuatan ya ♥
Selamat beraktivitas kembali buat yang sudah mulai aktif kerja hari ini :)


Sabtu, 02 Mei 2015

Medan Mengukir Ceria 3 Bersama SIGI Medan


SIGI Medan


Assalammu'alaikum wr wb

Setelah menyelesaikan kegiatan Medan Mengukir Ceria yang kedua pada bulan Maret lalu, teman-teman dari SIGI Medan akan melaksanakan Medan Mengukir Ceria yang ketiga pada bulan Mei hingga Juli nanti.

Kali ini Sahabat Indonesia Berbagi Medan akan berbagi inspirasi dan keceriaan bersama anak-anak SEKOLAH PINTAR Bagan Percut, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Di bawah ini adalah rangkaian jadwal kegiatannya. Dicatet ya teman :)

- 3 Mei   : Pembukaan dan Games seru
- 17 Mei : Keterampilan
- 31 Mei : Interpreneur
- 14 Juni : Berkebun
- 28 Juni : Dongeng
- Ba'da Lebaran: Nobar

Juga ada kegiatan tambahan yaitu pembagian Al Qur'an dan vesinergi dengan "Pustaka Al Kautsar" dengan donasi Rp 50.000

Untuk teman-teman yang ingin ikut berdonasi bisa ditransfer ke BRI 0191 01 000936 53 0 A.N Rani Ardilla Barus

Contact Person:
Kina : 085276191080
Eno  : 089617913362

Mari berbagi teman, karena berbagi tak pernah membuat kita rugi :)

Salam SIGI ceria ♥


Selasa, 28 April 2015

Mengintip Keindahan Kuil Shri Mariamman Medan

Kuil Shri Marriamman, akhirnya kesampaian juga keinginan saya dan Ilai dua tahun yang lalu untuk melihat keindahannya.

Buat yang udah lama ngikutin blog saya mungkin pernah baca ya tentang kekecewaan saya dan ilai karena gagal masuk kemari karena salah jadwal, tapi akhirnya kesampaian kemari lagi baru dua tahun kemudian, hahaha...
Buat yang belum tau ceritanya, bisa baca di sini :)

Medan
Kuil Shri Mariamman


Kuil Shri Mariamman ini adalah kuil Hindu tertua di kota Medan. Dibangun sekitar tahun 1884 di daerah perkampungan Madras (dulunya dikenal dengan sebutan Kampung Keling). Tepatnya di Jln. Teuku Umar no.18, Medan.


Medan
Selamat Datang


Dilihat dari luar saja kuil ini sudah menarik perhatian. Saya paling suka dengan pagar tinggi di bagian sampingnya yang dicat hitam dan banyak terdapat ukiran (gambarnya lihat di link di atas ya) dan yang tidak kalah menarik perhatian bagian atasnya yang dicat emas dan berbagai patung berwarna-warni yang sedikit terlihat dari luar jika kuil dalam keadaan tertutup.

Nah ini dia suasana di halaman kuil.

Medan
Kita bisa lihat sejarahnya di sini.

Medan
Bagian atas di sebelah kiri bagian depannya.

Medan
Bagian depan sebelah kiri.
Sst.. kakaknya sedang beribadah.


Nah sekarang kita masuk ke dalam yuk. Jangan lupa lepas sendal dan sepatumu ya :)

Coba kalian lihat bagian langit-langitnya, indah ya. Berwarna-warni penuh dengan ornamen khas India. Juga terdapat lampu kristal klasik di sana, love it ♥

Di bagian depan itu adalah bilik-bilik pemujaan, tapi kita cuma boleh intip-intip aja ya, nggak bole masuk. Juga ada beberapa foto sejarah tentang kuil ini di bagian depan. Tapi ya kita juga tidak boleh ribut di dalam, ya namanya juga tempat ibadah. Kita kan harus menghargai saudara-saudara kita yang sedang beribadah di sana :)


Medan
Bagian dalam kuil

Medan memang terkenal dengan multi etnisnya dan keturunan etnis India Tamil adalah salah satunya. Itulah awalnya mengapa kuil ini dibangun. Buat kalian yang ingin berkunjung kemari, kuil ini terbuka untuk umum kok dan juga sudah menjadi salah satu objek wisata sejarah di kota Medan.

Ini dia jadwal kunjungannya:
* 06.00 - 12.00 WIB
* 16.00 - 20.00 WIB



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...