Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

Aceh Itu Tetap Istimewa

Assalammualaikum




Walau lahir dan besar di Aceh, bukan berarti Chi tuh udah serba tahu tentang Aceh loh. Chi kan besar di Takengon, tepatnya Aceh Tengah ya, tapi bukan berarti jadi enak kemana-mana karena berada di tengah-tengah itu. Habis Takengon kan daerah pegunungan ya, jadi nggak segampang itu juga ke kabupaten lain. Ditambah juga sewaktu masa sekolah dulu kan lagi masa-masa konflik ya di Aceh, walhasil jadilah diriku mendekam saja di tengah-tengah Aceh itu, hehehe…



Aktivitas nelayan di Danau Laut Tawar
Takengon




Pelabuhan Ulee Lheule, Banda Aceh




Kuala, Langsa



Nah karena alasan-alasan itulah Chi itu sebenarnya nggak banyak tau tentang Aceh sebenarnya *minta digeplak sama orang se-Aceh. Klise ya, tapi ya begitulah adanya, ditambah diriku yang super duper cuek dulunya jadi nggak pernah mau tau tuh tentang sejarah dan beragam budaya di Aceh. Beda dengan sekarang, karena kalo ditanya-tanya tentang Aceh Chi suka nggak bisa jawab, jadilah harus banyak cari tau. Ya salah satunya ya rajin mantengin akun twitternya @iloveaceh. Soalnya banyak teman-teman kita dari berbagai belahan Aceh berbagi info di sana. Mulai dari berbagi info cuaca, info event, mau titip pertanyaan juga boleh. Mereka juga suka ngasih link-link menarik all about aceh, asal rajin baca aja kitanya, hehehe… Yang paling asik juga jadi nambah teman juga kan :D



Kebet, Aceh Tengah



Gunung api, Bur Ni Telong tampak dari Lampahan, 
 Bener Meriah



Banyak orang mengira di Aceh itu hanya didominasi sama suku Aceh aja, padahal salah loh. Di Takengon justru lebih di dominasi sama suku Gayo. Nah di beberapa kabupaten juga terdapat beberapa suku lain yang lebih mendominasi, bahasa dan budaya juga berbeda-beda loh. Di daerah pesisir juga mereka walau bahasanya mirip, tetapi juga punya dialek atau logat yang berbeda. Kalo Chi ya jelas lebih familiar dengan budaya dan bahasa Gayo, karena memang besar di lingkungan yang didominasi oleh suku Gayo. Dan di sekitar rumah justru banyak dikelilingi oleh suku Padang, maklumlah mereka itu kan hobinya merantau ya. Mau di pelosok Indonesia bagian mana juga kayaknya ada ya, hehehe… Yah dari banyak perbedaan itu yang penting ya kalo rukun dan damai terus tetap jadi satu kan ujungnya :D



Deretan pohon pinus di Kecamatan Isak, Aceh Tengah




Kuda pacuannya baru pulang latihan nih, Takengon



Deretan pohon bakau di Kuala, Langsa

Di Aceh juga pertanian merupakan mata pencarian kebanyakan penduduknya. Kalo di daerah pesisir lebih dikenal dengan sawah mereka yang super duper luas itu, nah kalo di daerah pegunungannya banyak yang bertani kopi. Hey udah pada tau kan tentang ketenaran Kopi Gayo? Pasti udah lah ya *kalo belum, heiii kalian kemana aja nggak tau berita penting ini? *sombong



Bunga kopi, Bebesen, Aceh Tengah


Tahun ini tuh kan ada program Visit Aceh gitu ya, wah pasti seru tuh bisa jalan-jalan keliling Aceh ya… Jalan-jalan kan juga bisa sekalian sambil mempelajari budaya sama sejarah-sejarah di sana. *mupeng Tapi agak disayangkan juga, sekarang tuh perasaan kalo ngomongin Aceh pasti orang nangkepnya Sabang aja. Padahal masih banyak tempat-tempat menarik di belahan Aceh lain. Mau di daerah pesisir sampai pegunungannya, banyak yang bagus loh. Apalagi di Takengon, Danau Laut Tawarnya nggak kalah bagus kok *tetap promosi tanah kelahiran :p

Pokoknya walau Aceh bukan termasuk daerah istimewa lagi dalam penyebutannya, tetap aja Aceh selalu istimewa di hati *tsaah Hayooo pada pengen ke Aceh juga kan kalian?





Selasa, 04 Desember 2012

Ke Medan, Jangan Lupa Mampir ke Aeki

Assalammualaikum

Kali ini Chi mau berbagi cerita tentang Aeki nih. Pasti pada penasaran kaaaaan apa itu Aeki? 



me with Aeki Tshirt
Halak Hita itu artinya Orang Kita
kata yang sangat familiar buat orang Batak sendiri


Aeki itu sebenarnya nama sebuah usaha clothing milik salah seorang teman Chi yang bernama Icha. Tokonya tuh berada di Pajak USU (Pajus) yang terletak di Jl Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan. Icha dan sang partner, bang Daniel mengusung tema etnik di Tshirts yang mereka produksi. Jadi mereka menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Batak atau celotehan-celotehan yang sering kita dengar di Medan dan Sumatera Utara umumnya. Ide mereka ini nggak jauh-jauh dari keinginan untuk tetap melestarikan budaya Batak yang mengalir di darah mereka sendiri. Kereeeen ya bo'... 



Ini dia pemilik tokonya, Icha dan bang Daniel

Kata Aeki itu sendiri berasal dari bahasa Batak yaitu aek, yang artinya air. Aeki sendiri memiliki arti air yang mengalir. Nah mereka berdua berharap usaha mereka ini bisa berkembang dan mengalir terus seperti air. Beuh dalem bo' filosofinya. Oia design mereka itu limited edition loh, walau ntar kata-katanya sama, ntar di edisi berikutnya mereka bakal ngeluarin design yang berbeda. Jadi nggak perlu takut bakal punya kaos yang pasaran kalo beli di Aeki.


Ini dia penampakan tokonya


Nah buat kalian anak Medan, nggak ada salahnya buat mampir ke Aeki Tshirt kalo ngakunya peduli dengan budaya Batak. Jangan malu pakai produk karya anak bangsa sendiri, kalo bukan kita yang dukung, siapa lagi coba? Buat kalian yang ada di luar kota juga bisa beli loh secara online, check Fanpagenya di Aeki Tshirt atau follow Twitternya di @mudarbatak aja :D


*Oia ada sedikit cerita nih pas aku lagi pake Tshirt yang di atas. Karena akunya bukan orang Batak ya bo'... sempat was-was juga dengan tulisan Halak Hita itu. Takut ntar ditanyain akunya Boru (marga) apa sama orang-orang di angkot. Tapi akhirnya nyantai aja. Walau beda budaya yang penting kan kita satu, sama-sama Indonesia :D 
Ouh betapa senangnya tinggal di Indonesia yang dikelilingi orang-orang dengan budaya yang berbeda pula. Bukankah kita kaya teman-teman?





LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...