Tampilkan postingan dengan label Cinta Bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Bumi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Agustus 2012

Kembang-kembang di Taman

Assalam mualaikum

Cuaca lagi nggak jelas ya teman-teman. Saudara-saudara kita ada yang mengalami kekeringan, tapi ada yang kebanjiran juga :( Semoga pada sabar semua ya ngadepinnya (J>o<)J
Di Takengon sendiri, dua hari ini lagi panas-panasnya ditambah angin kencang juga. Jadi harus bersedia kulit kita jadi mengering di sini.


Walau rada kering tapi kembang-kembang di belakang rumah tertap berbunga kok. Hmm... kalo di Takengon mata memang selalu disuguhi pemandangan yang asri. Selain di sekeliling rumah bisa kelihatan gunung yang berdiri dengan hijaunya, di belakang rumah juga masih ada kebun kecil yang asri. 

Yuk intip bunga yang lagi mekar di belakang rumahku....







Hihihi lama-lama ini blog kok jadinya tempat majang-majang foto, gambar dan hasil prakarya ya? Hihi harap maklum ya, yang punya blog lagi males mikir buat nulis macem-macem. Jadi daripada nggak terisi, nggak papa lah kayak gitu juga, hehehehe :p



Senin, 25 Juni 2012

Setelah Lengkuas Dipanen

Assalammualaikum

Wuiiih Takengon lagi panas-panasnya nih kalo siang ampe sore. Tapi ya tetap kalo di dalem rumah dingiiiin, brrr... apalagi kalo malem dan pagi harinya... *rapetin jaket...

Aku mau cerita tentang lengkuas nih. Jadi ceritanya hari sabtu kemarin ortuku panen lengkuas di kebun *akunya nggak ikut ke kebun tapinya, hehe... Ternyata proses untuk menjualnya itu rada ribet loh. Lengkuas kan punya akar yang lumayan banyak tuh, nah untuk dijual biasanya akar-akarnya harus dibuang dulu. Jadi kegiatan kami dari siang ampe menjelang magrib ya bersihin lengkuas-lengkuas itu. Pertama lengkuasnya dipotong-potong jadi bagian yang agak kecil sama mamaku biar mudah bersihin tanahnya. Terus baru dilanjutin dengan membuang akar-akarnya. Sebenarnya nggak banyak juga lengkuasnya, ada sekitar 26 kg gitu. Tapi ya berasa juga itu ngebersihinnya. Kelar ngerjain yang satu ini, siap-siap tangan kalian bakal jadi kasar-sekasarnya. Tau sendiri kan, kalo udah berhubungan dengan tanah, tangan bisa langsung seketika menjadi kasar. *catat: ini ceritanya kalo kalian nggak pake sarung tangan ya...

Lengkuas juga sebenarnya ada beberapa macem juga kan jenisnya. Ada yang warnanya rada merah juga buahnya. Nah kalo yang ini biasanya harganya lebih murah sih. Karena aromanya kurang dari yang biasa. Karena ortuku menjualnya ke tukang bumbu jadinya lengkuasnya harus dicuci juga. Eh tapi kalo musim hujan juga harus dicuci juga lengkuasnya. Soalnya kebun ortuku itu tanahnya tanah lempung, kebayang dong gimana banyaknya tanah yang lengket di buah-buahnya itu. 

Lengkuas-lengkuas itu biasanya dihargai Rp 3000 per kilonya. Nah kebayang kan gimana ribetnya para petani itu sebenarnya. Kita sih enak tinggal beli aja di pasar tanpa harus repot-repot lagi. Tapi yang bikin miris ya kadang hasil-hasil kebun mereka dihargai kurang pantas. Tapi ya itu memang udah jadi rangkaian pemasaran juga ya kalo kita udah ngomongin masalah harga. Nah itu juga sih yang jadi kendala buat petani-petani di sini. Masalah pemasaran tentunya. Walau punya tanah yang subur, petani di sini kesulitan dalam masalah pemasaran. Ya salah satu kendalanya ya karena letak daerah yang jauh dari perkotaan. Tau sendiri sayur mayur kan nggak tahan lama. Jadi ya gitu deh, aku juga kurang ngerti juga kalo mau cerita banyak soal ini, hehe... *sok tau duluan 

Ya udah nih aku share foto-foto lengkuasnya, tapi kualitas fotonya kurang bagus nih. Karena ponsel yang bisa dipake jepret cuma kamera vga, hehe... Tapi tak apalah, yang penting memaksimalkan apa yang ada nih ceritanya :)

Lengkuas masih beserta akar dan sedikit batangnya


Setelah dibersihkan



Ini sampahnya



Huuuaaa kalo udah ngebahas tentang taneman gemes aja bawaannya...
Langsung kepikiran yang hijau-hijauuu...
Tapi ya itu, anak petani tapi nggak bisa bertani ya aku ini nih, hiks.... 



Selasa, 05 Juni 2012

Selamat Hari Lingkungan Hidup dan Ada Lomba Resam Berume “Munoling” nih

Assalammualaikum

Haloooo holaaa...
Selamat Hari Lingkungan Hidup ya teman-teman.... Yuk sama-sama menjaga lingkungan kita \(>o<)/
Huuuaaa ini aku belum bisa lepas juga dari tisu, tapi masih berusaha juga...
Kebetulan tv di kontrakan juga udah 2 bulan ini rusak, jadi walhasil kami juga puasa nonton tv plus berhemat listrik. Hahaha kesannya jadi pembenaran semua ya ini.. :p
Tapi yang penting yuk mulai dari yang kecil dan mulai saat ini juga :)




Ngomong-ngomong tentang lingkungan, aku mau share nih tentang event kebudayaan di Takengon, Aceh Tengah --> kampung halamanku. Ntar tanggal 10 Juni 2012 bakal ada Lomba Resam Berume "Munoling" di sana. Pasti pada bertanya-tanya itu event apaan kan? Yuk mari simak penjelasannya...


Jadi Resam berume itu adalah tata cara bercocok tanam padi dari proses menanam sampai memanennya. Ini adalah istilah tradisional bagi suku Gayo. Nah di event ini sih yang mau diperlombakan itu proses Munulinnya, alias cara memanennya. Nah pesertanya itu berasal dari beberapa kampung yang ada di sana. Acara ini bakal diadain di daerah Kala, Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Takengon, Aceh Tengah. Nah letaknya dekat Danau Laut Tawar nih. Jadi selain bisa lihat proses perlombaanya kita juga disuguhi pemandangan DanauLaut Tawar yang asri.. yaayy...

Ternyata juga ya, proses memanen yang diperlombakan itu bukan cuma gimana cara memotong padi yang baik dan benar aja loh. Ada beberapa point yang bakal dinilai. Diantaranya:
  • munuling (memotong padi)
  • mujereng (memasak masakah khas untuk dikonsumsi anggota tim)
  • nos seladang (membangun gubuk sementara sebagai gudang padi)
  • mubenuh (memindahkah panen padi ke seladang)
  • natur (menata padi yang sudah dipanen ke seladang)
  • nejik (merontokkan padi)
  • munejes (memisahkan butiran padi dengan jerami)
  • munangin (pemisahan butiran padi yang berkualitas bagus dan jelek dengan tenaga angin)

Huaaa ribet ya ternyata, prosesnya ampe banyak gitu...
Selain caranya tradisional sekali, juga ramah lingkungan...
Menurut aku acara ini bagus banget ya untuk melestarikan budaya Gayo sendiri, yah sebagai daerah yang punya banyak potensi pariwisata, ini juga jadi daya tarik orang untuk dateng ke Takengon. Sayang akunya nggak bisa pulang, padahal pasti seru acaranya. Karena bakal ada acara pertunjukan seni tradisional Gayo dan pameran foto juga. Huaaa .... mupeng....

Ayo-ayo... yang lagi di Takengon jangan sampai ketinggalan event yang satu ini...
Terus kalo pada mau tau gimana proses Resam Berume yang jelas itu, ada nih penjelasannya di blognya temanku Arijoba, baca di sini aja  Munuling (Panen Padi)


*Ya ampuuuun... Medan beberapa hari ini panasnya gila-gilaan. Nggak minum aja keringatan. apalagi kalo minum. .. Pengen punya taneman juga di depan rumah, doakan semoga kesampaian dan nggak males ngerawatnya \(>0<)/



Minggu, 19 Juni 2011

Mencari Bintang

 dari sini 

Assalam mualaikum
Tadi pas beli sate padang, iseng-iseng ngelihat langit. Jadi inget tentang postingan mbak Fenty tentang benda-benda antariksa deh. Benda langit yang sering menarik perhatianku adalah bintang. Kembali lagi ke waktu aku mandangin langit tadi. Langitnya masih sedikit berwarna kemerahan. Padahal tadi langitnya udah nangis loh *baca hujan… Biasanya sih kelar nangis langitnya lumayan cerah. Mungkin ntar mau nangis lagi kali yah. Hmmm mungkin karena warna langit yang agak kemerahan itu makanya bintangnya nggak kelihatan, Huff… padahal lagi pengen lihat bintang :(
 
Hmm mau nanya nih ama teman-teman, di daerah kalian apa masih mudah menjumpai benda langit itu kalo malem? Di Medan udah susah soalnya. Mungkin ini dia salah satu pengaruh polusi cahaya. Pada tau nggak apa itu polusi cahaya? Kalo menurut Wikipedia, polusi cahaya itu adalah dampak buruk akibat cahaya buatan manusia. Yah ini tentu aja karena cahaya yang ada sekarang sudah berlebihan, misalnya dari penggunaan lampu gedung, lampu jalan, dsb.Akibatnya kita jadi sulit menikmati keindahan langit lagi sekarang ini.

Biasanya sih terjadinya di kota besar. Yah Medan ini salah satunya. Padahal kalo di Takengon ngelihat bintang itu mengasyikkan loh. Nggak jarang malah ngelihat bintang jatuh. Tapi kok permohonanku jarang yang terkabul ya? Hihihi.. Lah kalo di Medan ini, susah nemu bintang di langit. Apalagi aku juga tinggal di daerah yang lumayan padat penduduk dan tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jadi efek cahaya yang berlebihan itu berasa banget. Hmm disini kalo menjelang hujan di malam hari, langit juga suka memerah duluan. Aku juga nggak tau pasti itu ada hubungannya sama polusi cahaya atau nggak? Habis kalo di Takengon langitnya biasa aja tuh.

Duh sedih banget ya kita-kita yang tinggal di kota besar. Selain udah mendapat dampak polusi udara, kita juga kebagian polusi cahaya. Dari yang pernah aku baca, polusi cahaya berdampak banget bagi para astronom, di Indonesia ya contohnya di Observatorium Bosscha yang ada di Bandung. Mungkin waktu Bandung belum seramai sekarang disana juga pemandangan langitnya mirip kayak di Takengon kali ya? Bahkan salah satu obsevatorium di Jepang ditutup karena banyaknya lampu yang digunakan disana, jadinya bintang-bintangnya pun nggak kelihatan. Dan lagi, ada efeknya juga buat hewan. Burung-burung yang sering bermigrasi jadi mengalami kesulitan karena banyaknya cahaya sekarang. Penyu juga jadi takut ke pantai untuk bertelur karena pantainya terlalu terang sekarang. Waduh, bisa-bisa penyu makin langka donk kalo begini ceritanya.

Ternyata segala sesuatu itu kalo terlalu berlebihan itu beneran nggak baik ya? Oh bintang, sulitnya menemukanmu di kota ini….

Senin, 06 Juni 2011

Hutan Menyempit, Danau pun Mengering


Assalammualaikun
Lahir dan besar di daerah pegunungan sudah pasti aku tidak asing lagi dengan kata "HUTAN". Ya, aku lahir dan besar di kota Takengon, tepatnya di Kabupaten Aceh Tengah. Takengon sering disebut dengan Dataran Tinggi Gayo.Di Takengon terdapat sebuah danau yang bernama Danau Laut Tawar yang dikelilingi oleh bebukitan. 

Jujur aku belum pernah masuk hutan. Sekarang hutan di Aceh Tengah mulai berkurang luasnya. Perekonomian masyarakat di Aceh Tengah sangat bergantung pada pertanian dan perkebunan. Sehingga banyak terjadi perluasan daerah perkebunan oleh masyarakat maupun dari pemerintah dengan mengurangi luasnya hutan. Ditambah lagi dengan penebangan liar yang makin marak terjadi disana, makin mempersempit luas hutan saja. Padahal kita semua tahu, hutan adalah pengikat air agar mencegah terjadinya banjir dan longsor. Dan juga sebagai pemasok air terbesar untuk Danau Laut Tawar sendiri.

Terakhir berkeliling Danau Laut Tawar, menurutku hutan yang terdapat di sepanjang pinggir danau mulai berkurang dan terdapat bekas terbakar di beberapa titik. Ini sangat disayangkan sekali, karena bisa saja terjadi longsong di sekitar pinggiran danau karena berkurangnya pohon yang mengikat tanah di sepanjang pinggir danau. Selain itu debit air juga mulai berkurang dibandingkan beberapa tahun yang lalu dan beberapa spesies asli danau pun mulai berkurang. 

Pernah sekali aku berkunjung ke rumah sepupu, yang jalan menuju ke rumahnya bisa tembus ke hutan. Saat duduk-duduk di depan rumahnya, beberapa menit sekali tampak dua orang atau seorang bapak yang mengendarai motor turun ke bawah. Di bagian belakang motornya diikat 2 sampai 3 balok kayu yang kira-kira berdiameter 20 cm. Aku juga nggak tahu kayu-kayu tersebut akan dibawa kemana, tapi yang jelas saat aku tanya ke sepupuku, kegiatan itu sudah berlangsung lama. Wah bayangin aja coba, satu orang aja bisa bawa 2 sampai 3 balok kayu tiap turunnya. Terus turunnya juga berkali-kali, udah berapa kayu yang hilang coba?  Huuuaaaa miris sekali, lama-lama abis dund kayunya. Pernah juga, waktu aku nemenin ponakan mancing di danau, terdengar suara mesin pemotong kayu dari arah atas bukit. Tambah sedih deh.

Dari apa yang mereka lakuin itu sih mungkin dampaknya memang bukan buat mereka, tetapi malah orang yang tinggal di sekitar hutan. Karena tanahnya sudah tidak ada yang menahan lagi, hujan deras sebentar saja bisa berakibat fatal, tak jarang beberapa desa tertimbun longsor akhir-akhir ini. Pernah juga ada yang terkena banjir karena luapan sungai. Bayangin aja, daerah pegunungan kok kebanjiran.
Ini dia Penampakan Danau Laut Tawar

Alhamdulillah tidak semua orang yang tidak peduli dengan kondisi hutan di Aceh Tengah. Bukti para komunitas pesepeda disana mengadakan kegiatan penyisiran sampah dan penanaman pohon, Untuk info jelasnya ada di artikel ini "Peringati HLH, Atlit Tanam Pohon dan Sisir Sampah Bur Gayo". Moga aja kegiatan ini banyak yang niru ya teman-teman. Ayo teman-teman semua cintai bumi kita, kalo bukan kita, siapa lagi?

Tulisan ini aku buat untuk memenuhi tantang mas Alamendah untuk memperingati Hari lingkungan Hidup 2011 yang bertemakan Forests: Nature at your Service. Selamat Hari Lingkungan Hidup teman-teman *walau telat sehari ngucapinnya.... semoga kita makin peduli ama lingkungan sekitar kita ya, semangaaaaaaaat (>o<)/
 

Sabtu, 21 Mei 2011

Air oh air


Assalammualaikum
Siapa sih yang nggak butuh air di dunia ini? Semua juga udah pada tau kali, yang namanya makhluk hidup itu sangat bergantung pada air. So... apa jadinya bila air itu langka? 

Seperti hari ini nih, lagi-lagi PDAM mati.*lagi... Ya memang aku belum sempat cerita sih, di awal bulan kemarin, sebagian penduduk kota Medan sangat kelimpungan karena air mati. Katanya sih lagi ada perbaikan. Dan yang paling menyedihkan itu matinya bukan sehari doank, hampir seminggu bo'. Kebayang donk, di kota besar gini mau nyari air kemana coba? Nyari sungai juga dimana ada sungai yang bening tanpa noda disini? 

Hari penuh derita itu pun dimulai. Cuaca Medan yang panas mendukung sekali untuk menambah penderitaan kami, huhu... Yang paling menyedihkan itu kalo pengen BAB, huaaa betapa menderitanya. Ditambah waktu itu aku lagi dateng bulan lagi, lengkaplah sudah :(

Tapi masih ada untungnya juga sih. Kebetulan ibu yang di depan rumah punya sumur, jadinya masih bisa minta kesitu. Yah tapi karena kami serumahnya ada 8 orang, satu orang cuma dapet jatah 1 timba perorang yang harus dipergunakan semaksimal mungkin (buat sikat gigi, mandi, wudhu, pipis, dan kalo memungkinkan BAB). Kalo masak sih manfaatin air galon. 

Dibalik penderitaan itu ada lucunya juga sih. Pernah sekali turun hujan, udah deh pada heboh buat nampung air hujan sambil maen hujan. Di hari pertama walau di tempat lain udah pada nyala, di rumah kami belum pada nyala juga, jadinya gotong royong deh buat nampung air di depan (punya kontrakan sebelah). Tetangga sebelah (para brondong itu) juga pada hebih ngebantuin. Kaminya sih seneng-seneng aja dibantuin, hehehe....

Dan sekarang setelah listrik padam 6 jaman sejak pagi, gantian deh airnya juga mati. Huhuhu... semoga aja nggak lama, baknya kosoooong, untung tadi pagi kebagian air buat mandi. Tapi ini masih bingung mau wudhu pake apa nih shalat Asharnya...?

Minggu, 17 April 2011

Susahnya Buang Sampah Pada Tempatnya

 kira-kira apa yang dibuang Mimi?

Assalammualaikum
Hay hay re haaaaay... ouooo... hay hay re haaaaay...
*nah loh kenapa jadi nyanyi India ya? hihihi....

Pasti pada bertanya-tanya "Ngapain sih ngomongin sampah? Kayak udah bersih aja nih si Chici..."
Ya kan? Ya kan? Hihihihii.....
Jujur loh , aku juga bukan orang yang pembersih-pembersih amat sih, malah masih sering nyampah malah. Tapi justru karena itulah aku mau bahas tentang ini...

Ngomongin masalah sampah memang nggak ada habisnya ya. Kita, manusia... adalah makhluk pembuat sampah terbesar menurut aku. Makin majunya teknologi, kenapa nggak dibarengi ama kemajuan cara menangani sampah ya? Masih ingat dund, kota Bandung sempat dijuluki KOTA SAMPAH karena mereka tidak diberi izin untuk membuang sampahnya ke salah satu TPA disana. Ujung-ujungnya masyarakat pada protes. Nah loh, sampah-sampah itu berasal darimana coba? Kan dari mereka juga... Heran saya... Kenapa membuang sampah pada tempatnya itu susah banget ya?

Seperti yang kita tahu, perilaku seseorang itu dipengaruhi oleh banyak faktor ampe akhirnya bisa menjadi suatu kebiasaan. Menurut aku sih salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku membuang sampah sembarangan itu adalah pola asuh orang tua juga. Karena kebiasaan-kebiasaan itu kebanyakan berawal dari rumah kan. Tau sendiri dund, anak-anak adalah peniru ulung dari perilaku orang tuanya. Nggak perlu jauh-jauh deh contohnya. Coba deh perhatikan sekitar kalian, kalau ada seorang anak yang tiba-tiba buang sampah sembarangan, apa orang tuanya menegur? Atau malah dibiarin aja anaknya ngelakuin hal itu? Respon orang tua disini ngaruh banget loh ama perkembangan perilaku anak ke depannya. 2 ponakanku lumayan rajin sih buang sampah pada tempatnya, karena memang mamanya (alias my big sister) teliti banget kalo soal kebersihan. Aku aja sering ditegur ama dia kalo lagi kumat males mandinya (waduh buka aib sendiri...). Tapi kebalikannya, anak-anak SD di depan rumah ortuku, walau udah disediain tempat sampah, tetap aja sampahnya masih berserakan disana-sini.

Tapi orang tua juga nggak bisa disalahin sepenuhnya sih.. Lingkungan malah faktor penyebab terbesar menurut aku. Terkadang anak bisa bingung juga loh, ampe muncul pemikiran "Di rumah, kata mama harus buang sampah pada tempatnya, nah ini kenapa temen-temenku pada buang sampah sembarangan ya?". Bagi sebagian anak sih kebiasaan itu terus berlanjut, tapi nggak sedikit juga yang jadi ngikutin kebiasaan jelek teman-temannya itu. Nah dari sinilah semuanya bermula....

Aku juga bukan tipe yang pembersih banget sih, dan masih suka nyampah juga. Tapi setidaknya masih punya kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Aku tuh suka masukin sampah bekas makanan ke tas, nggak jarang juga teman-temanku ngeledekin atau bertanya-tanya ama kebiasaanku yang satu itu. Tapi ya mo gimana lagi, kalo nyampah sembarangan suka muncul rasa bersalah gitu tanpa aku sadari. Tapi ya, terkadang kita ngerasa udah buang sampah pada tempat yang tepat, eeeh ternyata belum tepat juga. Contohnya ya kayak kasus sampah yang di Bandung itu, ternyata ada pihak yang dirugikan juga. Serba salah deh jadinya...

Yang paling aku heranin adalah orang yang suka buang sampah di jalan raya. Makan permen - buka jendela mobil - PLUNG... yuuu da da bye bye bungkus permen... - dan melayang-layanglah itu bungkus permen ampe akhirnya terjerembab ke aspal atau tanah di pinggiran aspal, fiuuuh... Bahkan pernah ya, aku kejebak longsor di daerah Cut Panglima (jalan lintas Bireun - Takengon / Aceh) bulan lalu, disitu ada sampah juga. Padahal di sekitar situ nggak ada perumahan penduduk loh. Darimana coba sampah itu berasal kalau bukan dari pengguna jalan raya?

Coba deh perhatiin sekeliling kalian, dimana sih yang nggak ada sampahnya? Di kamar ada. Di dapur ada. Di  toilet ada. Di depan rumah ada. Di jalan raya ada. Di sungai ada. Huuuaaa kenapa sampah ada dimana-manaaaaaa....  Aku malah sempat mikir, jangan-jangan ntar beneran kejadian tuh bumi kita bakal jadi planet sampah kayak di film Astro Boy. Hiiiii.... Bahkan kata "DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI" aja udah dianggap angin lalu ama orang-orang....

Hmm... kayaknya udah ngalor ngidul kemana-mana nih ceritanya. Gimana menurut kalian teman-teman? Terus kalian tipe pengumpul sampah di tas juga kah seperti aku? Atau malah lebih suka berpisah ama si sampah di jalanan?

*Lagi sebel ama tukang sampah yang bertugas ngambilin sampah di gang kontrakanku. Harusnya jadwalnya itu hari senin, rabu ama jum'at. Nah ini dari hari senin si bapak nggak muncul-muncul ngambil sampahnya lagi, huuuuaaaaa sebel... sebel...sebel... ngeliatin sampah yang bertumpuk itu....

*Buat best ku udah lunas belum hutangku nih dengan ngambil sampah sebagai tema tulisan kali ini?
 

Jumat, 23 April 2010

Polusi Suara


Nah tulisan ini juga aku share dari hasil ngubek-ngubek majalah lamaku. Ya mumpung kita lagi memperingati Hari Bumi kenapa kita nggak bahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan bumi kita, iya nggak teman-teman?

Sebenarnya polusi suara itu apa sih?
Menurut Wikipedia, polusi suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Dampak polusi suara ini berbahaya lho, karena selain merusak pendengaran, juga dapat menimbulkan stress dan penyakit kejiwaan. Suara kendaraan, suara musik, TV, suara mesin penyedot air, itu hanya beberapa dari suara yang kita dengar hamper tiap hari dan bisa saja menjadi asal polusi suara.

Memang segala sesuatu yang berlebihan itu terkadang jatuhnya malah tidak baik dan dapat merugikan diri kita. Buktinya ya suara. Telinga kita memiliki batas maksimal frekuensi yang aman untuk didengar yaitu 80 desibel (db). Tapi pada keseharian kita, apalagi yang berada di daerah perkotaan kita malah sering mendengarkan frekuensi yang lebih besar dari batas maksimum itu, terutama daerah dekat rel kereta api dan yang sering dilewati sepeda motor. Karena frekuensi suara kereta api = 95 db dan suara mesin sepeda motor = 104 db.

Bahkan katanya kita hanya boleh mendengarkan suara berfrekuensi 90db selam 4 jam saja sehari kalo mau telinga kita tidak mengalami gangguan pendengaran. Ini pernah kejadian ni ama aku.Ceritanya gini, aku ntu pernah ngalami sulit tidur jadinya aku dengerin radio deh pake earphonenya handphone ampe tertidur, bahkan ampe pagi. Memang sih aku nyetel volumenya udah ampe yang paling kecil, tapi ini berlangsung hampir 4 hari berturut-turut. Walhasil di hari kelima kuping kananku berdengung ampe hampir sebulan gitu deh. Memang sih nggak tiap detik berdengungnya, tapi yang paling parah sih pas bangun tidur dan saat ada suara bising. Jera deh aku jadinya, mendingan pake speaker deh kalo dengerin radionya. Oia aku lemah ni fisikanya, jadi nggak bisa share berapa db kah frekuensi dari setiap sumber suara yang kutulis ntar, hehehe… jadi harap maklum ya teman-teman.

Dampak negatif dari polusi suara bagi kita dapat menyerang kita dari beberapa arah lho:
Secara fisik
• Menurunnya kemampuan pendengaran, misalnya ya orang-orang yang bekerja di pabrik atau tinggal dekat rel kereta api perlu suara keras untuk berbicara karena mereka sudah mengalami penurunan fungsi pendengaran.
• Telinga berdenging, contohnya ya seperti yang aku ceritain di atas tadi.
• Sakit kepala
• Tekanan darah meningkat, contohnya saat berada di jalanan yang macet pasti kita sering merasa ingin marah kan dan dari penelitian WHO (World Health Organization) di tahun 2007 menunjukkan bahwa kasus serangan jantung di Negara Eropa 3% disebabkan karena kebisingan di jalan raya, terutama saat macet.
Secara psikologis
• Sulit konsentrasi, contohnya bila sebuah sekolah berada dekat dengan jalan raya dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa. Aku juga tipe orang yang sulit berkonsentrasi untuk belajar ketika berada di situasi yang bising.
• Insomnia
• Stress dan mudah bingung. Contohnya para peneliti dari Karolinski Institute, Stokholm, pernah membuktikan dampak dari suara pesawat membuat sebagian besar penduduk yang tinggal di sekitar bandara mengalami tekanan darah tinggi dan stress.

Dampak polusi suara bukan hanya mengancam manusia lho teman-teman, hewan yang hidup di darat dan laut juga terngganggu ketentraman hidupnya. Contohnya ni karena suara bising dari kendaraan bermotor membuat jenis hewan dan burung tertentu menjadi langka lho. Selain karena telah berkurangnya pohon tempat mereka tinggal, suara bising dapat mengaburkan suara yang dikeluarkan pasangannya saat ingin bercinta. Ini otomatis menyebabkan populasi mereka berkurang donk. Ini aku liat langsung lho, dulu semasa aku zaman-zamannya SD di sekitaran rumah ku ntu sering banyak berkeliaran burung gereja, tapi sekarang mereka udah sulit dijumpain. Ini juga terjadi pada mamalia laut yang memang menggunakan suara sebagai alat komunikasi, mengenali lingkungan dan mencari mangsanya. Karena gangguan suara bising di laut, mereka akan kebingungan dan perilaku mereka jadi berubah. Makanya sekarang tak jarang ditemukannya mamalia laut yang terdampar, yang juga pernah terjadi di Indonesia kan?

Ternyata ya teman-teman, tanaman itu bukan hanya berfungi untuk keindahan atau kesejukan saja lho. Tapi tanaman juga bisa digunakan sebagai peredam suara. Misalnnya ni, tanaman bamboo dapat mengurangi tingkat kebisingan dari suara kendaraan bermotor sebesar 12-20 db. Dan tanaman perdu seperti pohon the-tehan yang sering dijadikan sebagai tanaman penghias pagar dapat mengurangi frekuensi suara sebesar 5-8 db. Peneliti di Amerika juga melakukan penelitian dan membuktikan bahwa pepohonan tinggi yang berkombinasi dengan semak akan mengurangi kebisingan sampai 50% lho. Nah makanya seharusnya si pinggir jalan itu ditanami pepohonan dan tanaman perdu agar dapat meminimalisir polusi suara. Selain itu pohon bamboo selain dapat digunakan sebagai peredam suara, suara dari dedaunan pohon bamboo yang tertiup dapat menjadi terapi suara untuk menghilangkan ketegangan dan stress lho! Nah memang segala sesuatu itu berkaitan ya teman-teman. Yah mari kita sama-sama menjaga bumi kita ini, karena ini semua juga demi kepentingan kita sendiri juga kan, toh yang mendapat dampak semua kerusakan di bumi kita tercinta ini ya kita juga nantinya.


Sumber : Gadis maG…
Gambar: GoogleRata Penuh

Lapisan Ozon


Hai.. hai…
Selamat Hari Bumi teman-teman….
hehe walau telat sehari ngucapinnya

Setelah di postingan sebelumnya aku membahas tentang kota Medan yang udaranya makin hari makin panas, hari ini tulisan ku masih berkaitan amah hal-hal pemanasan global sih. Ini hanya sekedar share aja dari hasil bacaanku di majalah Gadis lamaku.

Teman-teman pasti udah nggak asing lagi dund ama isu-isu kalo pemanasan global ini disebabkan oleh menipisnya lapisan ozon, kalo udah membahas masalah ini, beuh… merinding aja deh bawaannya. Gimana kalo lapisan ini saking tipisnya lama kelamaan jadi bolong? Uaaaa nggak kebayang kan gimana kondisi bumi kita kalo hal itu terjadi.

Ozon itu merupakan salah satu gas yang membentuk atmosfer. Ozon dihasilkan apabila oksigen menyerap sinar ultraviolet. Ozon berbeda lho dengan lapisan ozon. Lapisan ozon adalah lapisan atmosfer yang berada pada ketinggian 19-48 km yang terbentuk dari partikel-partikel ozon. Lapisan ini terbentuk dari pengaruh sinar ultraviolet terhadap oksigen, dan untungnya lapisan notrigen yang juga ada di atmosfer membuat lapisan ini menjadi stabil. Ozon merupakan gas beracun yang bila terhisap oleh kita dapat merusak paru-paru, tapi sebaliknya lapisan ozon di atmosfer dapat melindungi kita dari sinar ultraviolet yang jatuh ke bumi, dan mengurangi bahaya radiasinya.

Setiap penipisan lapisan ozon sebanyak 10%, maka kebocoran sinar UV akan meningkat sebanyak 20%. Wuih serem banget kan? Bayangin aja radiasi sinar UV ini mengakibatkan mata kita rusak. Nah kalian pernah memperhatikan nggak, sekarang pas siang hari pasti matahari terik banget ntu kan, nah aku aja yang kalo mulai keluar dari rumahnya udah agak siangan dikit pasti deh rasanya mataku kayak kaget gitu liat cahayanya pas buka pintu. Ini ada hubungannya nggak ya? Atau pengaruh mata rabunku? Hmm.. harus cari tau lagi ni… Nah selain itu, radiasi sinar UV ini juga dapat memperluas penyebaran penyakit infeksi (belum dapat info ni penyakit-penyakit apa), dan memperbesar kemungkinan kanker kulit (makanya aku nyaranin teman-teman untuk memakai cream SPF). Nah radiasi ini kalau terus dibiarin ni, bakal dapat mengakibatkan vaksinasi yang diberikan pada kita jadi nggak mempan. Huuu… serem banget!!! Belum lagi ya, katanya radiasi ini akan menciptakan asap beracun, dan seringnya terjadi hujan asam. Wuih…. teman-teman bumi kita sekarat ni….. Bayangin aja lapisan es di kutub mencair 9% setiap dekade dan ketebalan es di Antartika sudah berkuran ½ dari ketebalannya tahun 1960, hiiii… lama-lama bumi kita bisa tenggelam ni, apalagi Indonesia tercinta kita yang banyak terdapat pulau-pulau kecil.

Nah bolongnya lapisan ozon ini juga dapat menurunkan kemampuan-kemampuan organisme-organisme yang berfungsi menyerap karbon dioksida.(CO2), dan akhirnya CO2 ini akan terperangkap di dalam atmosfer dan membentuk gas rumah kaca, dan ini ni yang buat bumi kita jadi makin panas…. Nah ini juga yang menyebabkan kebakaran-kebakaran hutan di Indonesia yang sering terjadi, selain karena dibakar sendiri oleh orang-orang perkebunan yang ingin membuka lahan. Bayangin aja setengah dari 48% hutan yang menutupi bumi sekarang sudah habis dan tinggal 1/5 hutan saja yang bertahan hingga saat ini.

Buat teman-teman yang di rumahnya menggunakan AC, kalo nggak panas-panas amat kurangi deh pemakaian AC nya. Soalnya ni ya, zat kloroflourokarbon (CFC) yang terdapat pada alat-alat pendingin sangat berbahaya bagi lapisan ozon. Zat ini juga terdapat dalam Styrofoam yang biasa dipakai untuk membungkus makanan ntu lho!!! Zat yang mengandung klorin ini ya, bisa terlepas ke atmosfer dan terpecah oleh matahari sehingga menghancurkan partikel ozon. Nah 1 molekul CFC dapat menghancurkan 100.000 molekul ozon, wuih… bayangin aja berapa molekul ozon yang telah hancur akibat pemakaian AC dan Styrofoam yang dipergunakan manusia tiap harinya? Huaaaa, teman-teman….. bumi kita sekarat…..

Nah teman-teman yuk mari kita sama-sama save our earth, misalnya ya seperti yang aku bilang tadi, kurangi pemakaian AC dan Styrofoam, buang sampah pada tempatnya dan kalo bepergian yang jaraknya tidak terlalu jauh lebih baik jalan kaki, naik sepeda or naik kendaran umum aja daripada memakai kendaraan pribadi. Mengurangi pemakaian kendaraan pribadi kan juga berarti mengurangi polusi udara dan suara… (>o<)P


Sumber tulisan: Gadis maG
Sumber gambar: Flickr

Selasa, 13 April 2010

MEDAN WARMING


Huff** kota Medan beberapa bulan ini benar-benar sedang dilanda kepanasan, bayangin aja beberapa hari ini malah suhu di kota Medan mencapai 35°C - 36°C… Bahkan tadi malem ni, aku bener-bener merasa panas yang nggak ketulungan deh. Di snaptu suhu yang terpantau 29°C tapi berasanya udah kayak 40°C, mana kipas anginku rusak lagi, tiba-tiba mati gitu nggak mau nyala lagi. Kurasa si kipas juga udah capek banget kali ya, abis non stop sih kerjanya.

Dulunya aku ini paling nggak bisa tidur pake kipas, selain karena alergi debu yang bisa bikin aku bersin-bersin kalo deket kipas angin, aku juga sering masuk angin kalo pake kipas angin. Tapi sekarang itu semua udah nggak berlaku lagi deh!! Kipas udah jadi kebutuhan banget untuk aku kalo lagi di dalam kamarku. Tapi sekarang kipasnya ngambek, huff** bakal merana ni karena kepanasan beberapa hari ke depan.

Satu hal lagi yang bikin aku nggak suka ama udara panas adalah aku cepat banget kena biang keringat. Tau deh napa. Mungkin karena aku lahir dan besar di daerah pegunungan kali ya makanya kulit ku sensitif banget ama keringat. Nah sekarang ini ni satu bagian belakang badanku, mulai dari leher ampe pinggang lagi ditumbuhi para biang keringat yang mennyebalkan itu. Huaaa kebayang nggak gimana rasanya? GATEL banget!!!! Bedak dingin buat biang keringat malah udah abis sebotol tapi nggak sembuh-sembuh juga, stress saia. Bawaannya hasrat ingin menggaruk saja… Tapi kata my twin udah mulai membekas tu karena digaruk *makin stress…..

Ini benar-benar menjadi pertanyaan besar di otakku dan banyak otak lainnya (banyak orang maksudnya), kenapa bisa jadi drastis gini peningkatan suhu di kota Medan yang panas ini. Udahlah dasarnya panas… ini makin panas lagi!!! Dari Googling yang kulakukan tadi pagi, menurut BMG kota Medan ini bakal berlangsung ampe bulan Mei or Juni gitu. Memang sih sesekali bakal turun hujan untuk menetralisir cuaca yang panas ini, tapi tau sendiri lah gimana suasana Medan kalo hujan. Hujan pun tetap gerah, apalagi menjelang hujannya itu makin panaaaasss… Mana terkadang hujan lokal sangat berlaku lagi di kota Medan. Ntar di daerah Padang Bulan hujan di daerah rumah saia nggak hujan tapi sangat-sangat merasakan kegerahan sebelum hujannya itu. OOwwhh… Bumi kita sekarat all……

Menurut BMG kota Medan, Medan warming ini terjadi karena beberapa hal berikut:

*Gejala Klimatologi
Nah Klimatologi ini terjadi karena banyaknya uap air dipermukaan bumi yang secara otomatis akan menaikkan suhu matahari. Biasanya panasnya sangat terasa sekitar jam 12.00 WIB – 16.00 WIB. Nah pada jam-jam segini memang waktu yang aku sarankan untuk tidak terlalu sering berada di luar rumah. Oia teman-teman jangan lupa juga pake cream SPF, nggak mau dong kamu jadi hitam dan terancam kena kanker kulit….

*Karena efek rumah kaca yang mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang amat besar.

*Industri juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Nah di Medan kan juga ada Kawasan Industri Medan (KIM). Nah kegiatan mereka udah pasti ada yang melakukan pembakaran dong, yang pastinya menghasilkan karbondioksida yang bisa menyebabkan meningkatkan suhu udara. Terutama kalau pembakaran yang terjadi tidak sempurna maka dapat menyulut karbon yang cukup tinggi.

*Kenadaran bemotor udah jelas banget jadi salah satu penyebab. Di Medan aja ya, sering banget aku liat pengendara mobil pribadi yang ntu mobil cuma diisi satu orang doank, kan buang-buang asep amat ntu. Trus lagi, jangan ditanya juga seberapa banyaknya angkot dan betor (becak motor) yang asap knalpotnya juga banyak menyumbang gas-gas yang tak diinginkan ke udara. Belum lagi ni, pengendara motor yang makin bejibun di Medan, ampe saia sebagai pejalan kaki sering banget harus waspada terhadap mereka saking susahnya menyebrang.

*Konversi hutan menjadi kebun sawit. Wah ini lagi jangan ditanya deh. Tau sendiri kan kebanyakan wilayah Sumatera Utara ntu terdiri dari kebun sawit. Apalagi kalo lagi masa pembukaan lahan, pasti deh ada acara bakar membakar hutan. Kalo kalian mau menuju hampir semua daerah wisata disini jangan heran kalo diperjalanan sering kali disuguhi pemandangan pohon sawit yang buaaaanyaaaaak banget! Misalnya ni kalau kalian mau menuju daerah wisata Bukit Lawang, pasti ketemu kebun sawit. Terus kalo ke daerah Tangkahan juga gitu. Jadi waktu aku ke Tangkahan ntu bareng teman-temanku, daerah perkebunan sawitnya lagi masa peremajaan. Semua kebunnya lagi nggak ada pohonnya, pohon yang lama udah pada mati semua, karena mau ditanam ulang. Wuih… berasa lagi dimana gitu deh jadinya. Perasaan udah nyasar aja deh jalannya ngeliat ladang kosong seluas ntu, mana sepi lagi jalannya, tapi Alhamdulillah akhirnya nyampe juga kesana agak siangan dan nggak bisa ketemu ama gajah sumateranya, huff**…..

*Minimnya ruang terbuka. Medan termasuk daerah yang padat penduduk, jadi jarang banget lah bisa ditemuin daerah terbuka. Setau aku paling daerah yang agak masuk-masuk kedalem seperti Tembung misalnya. Disini masih ada kawasan pertanian gitu. Di belakang rumah temanku di daerah itu kita masih bisa liat beberapa petak sawah. Kalo di daerah Kampung Lalang jangan ditanya panasnya, disini banyak banget pabrik jadi panas banget. Malah pernah waktu aku nginep di salah satu rumah temanku disini, pagi hari udah disambut ama bebauan tak enak dicium, kata temanku sih berasal dari salah datu pabrik disitu. Huff** kebayang kan tak nyamannya tinggal disitu. Di daerah tempat tinggal ku lagi, susah banget nyari tanah kosong selain lapangan bola sepetak. Bahkan ni teman serumahku yang kuliah di PGSD kan lagi dapet tugas nanam kecambah gitu, wuih… kebingungan mau nyari tanah kemana *tepuk jidat…

*Penumpukan sampah yang mengeluarkan zat metan. Nah gas metan ini ya kabarnya mudah terbakar lho. Bahkan pernah aku baca, di salah satu TPA terancam meledak karena gas Metan. Wuih serem amat yah!! Gas metan ini sebenarnya juga bisa diolah menjadi biogas sih teman-teman lewat fermentasi kotoran hewan dengan bahan kimia tertentu, itu lho yang sekarang lagi sering-seringnya diberitakan di TV. Hmm.. memang masalah sampah ampe sekarang harusnya jadi urusan kita bersama. Aku sendiri ngaku terkadang masih buang sampah sembarangan. Di rumah juga nggak pernah misahin sampah yang organik dan non organik, dan ampe sekarang belum tau sampah yang dua hari sekali dibawa ama tukang sampah ntu ntar ujungnya berakhir kemana…


Hmm… Bicarain masalah global warming ini memang ribet yah. Gara-gara kelalaian kita sendiri akhirnya memang harus ditanggung sendiri. Kayak sekarang ini ni, suhu kota Medan yang benar-benar naik secara ekstrim. Tahan-tahankan aja lah, mau gimana lagi coba!! Yang pastinya memang harus dimulai dari diri sendiri sih ngerubahnya. Pokoknya sekarang benar-benar harus kuberlakukan pada diri sendiri “Jangan Buang Sampah Sembarangan”, aku mulai dari hal kecil dahulu untuk bisa melakukan perubahan besar.

Kalau gini jadi pengen pulang ni ceritanya. Kangen banget ama udara dingin di Takengon City yang sekarang juga udah mulai menghangat., dan kangen ama air dingin disana. Tapi disana juga nggak bisa dibilang bebas dari efek global warming lho!! Suhu disana juga udah nggak sedingin sewaktu zaman aku sekolah dulu. Perusakan hutan yang terjadi karena penebangan pohon secara liar dan pembukaan lahan pertanian juga pernah buat dampak tak mengenakkan. Sering juga terjadi longsong dan banjir air bah karena udah nggak ada yang nahan air lagi di atas gunung sana. Huff**… Saia jadi makin pusing ni gimana cara memperbaiki bumi kita ini. Gimana dengan kalian????? .

gambar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...