Rinai rintik hujan masih terlihat dari jendela kamarku.
Aiiiish... lagu ini membuatku terkenang padanya.
Lagu yang pernah dinyanyikannya untukku.
Apa-apaan ini?
Tetiba aku pun bingung dibuatnya.
Ups... bukan bingung tepatnya.
Tetap saja ini sudah terlambat untuk mengatakan sesal.
Menyesal memang selalu datang belakangan.
Benar seperti yang mereka bilang, orang yang lebih mencintailah yang lebih sering mengalah.
Tapi mungkin terus-terusan mengalah juga menjadi hal yang membosankan baginya.
And now he's gone...
Meninggalkan aku yang mulai merindukannya lagi.
Merindukan semua canda tawanya.
Meninggalkan aku yang selama ini sibuk dengan isi pikiranku sendiri.
Ya dia telah menoleh pada sosok di dekatnya.
Yups.. It's too late untuk kami saling bergandengan tangan lagi.
Suara penyiar radio akhirnya menyadarkanku dari lamunan.
Aku pun mengacak-acak rambutku dan mendengus.
Sial hujan ini membuatku merindukannya.
