Minggu, 08 Juli 2012

Baby Khaisa

Assalammualaikum

Alhamdulillah, hari Rabu, 4 Juli 2012 kemaren keluarga kami kehadiran anggota baru. Baby Khaisa anak dari masku Eroel dan kak Sari. Huaaa dianya ndut banget, ampe2 gelar "ndut" di rumah jadi beralih ke dia dari aku. Hmmm padahal ya aku kan memang nggak ndut lagi ya, hehe...


Sekarang cucu ortuku jadi tiga deh. Ozha, Galuh dan baby Khaisa...



Moga baby Khaisa ntar gedenya jadi anak yang shaleh dan bisa berbakti sama ortunya... amin ya Rabb (J>o<)J *kecup dari jauh






Jumat, 06 Juli 2012

Belanja Ke Pasar Pagi Takengon

Assalammualaikum

Hari ini lagi rada bete, soalnya cuaca lagi galau. Walhasil harus bolak-balik ngangkatin jemuran akunya :(
Hmm kali ini aku mau berbagi cerita tentang pasar pagi di Takengon nih. Sesuai namanya, pasar ini memang bukanya hanya pagi hari aja. Dari kelar subuh sampai sekitar jam sembilan pagi. Lokasinya tuh di daerah pasar bawah di Takengon, atau di Jl. Putri Hijau. Nah kalo kalian pas mampir ke Takengon, pasar ini adalah salah satu alternatif buat tempat berbelanja oleh-oleh berupa sayuran dan buah-buahan. Harganya pun lebih miring dibandingkan pasar yang buka sepanjang hari. 



 Tuh kelihatan gunungnya kan seucriiit

Untuk nemuin lokasinya gampang kok. Entar kalo kalo kalian udah memasuki daerah kota Takengon nih, setelah menjumpai simpang lima, tinggal belok kanan aja deh pas ketemu tugunya, langsung ketemu deh sama pasar pagi ini. Mungkin sebenarnya bisa dibilang sejenis pasar kaget juga sih, soalnya para penjualnya juga menggunakan seluruh badan jalan dan sekitar jam sembilanan itu langsung blaaaash bubar semuanya. Oiya kita juga bisa nemuin pasar ikan juga di sini. Tapi kalo buat pasar ikannya bukanya ampe sore kok.


Beli jagung manis, pilih sendiri, kupas sendiri (--")

Buat kalian yang nggak bawa kendaraan tapi barang belanjaannya banyak, tenang aja. Di sepanjang jalan ini kita bakal nemuin banyak abang tukang becak motor, tinggal minta anter deh. Tapi jangan lupa, pas nyampe tujuan di bayar ya, hehehehe....



Aku paling seneng kalo pas pulang ke Takengon belanja ke pasar ini. Waduh pagi-pagi mata langsung ijo karena banyaknya yang ijo-ijo *baca: sayuran dan buah-buahan... Biasa kalo nggak dianterin papa, ya kesananya jalan kaki aja. Wong nggak jauh juga dari rumah, 10 - 15 menit juga nyampe. Tapi ingat, jangan lupa pake jaket tebal buat yang nggak tahan dingin, kan sesuai sama sebutannya "Kota Dingin Takengon". Jalan kaki sambil ditemani pemandangan pegunungan di depan mata jadi salah satu favoritku. Kota kelahiranku ini memang nggak ada matinya (>o<)b


Mama lagi sibuk milihin ikan
mujahir, masih pada hidup loh itu ikannya
(ikan kesukaan papa)



Kamis, 05 Juli 2012

My Black Sweet

Matahari mulai meredup. Di saat seperti ini adalah saat-saat aku selalu rindu padamu. Menurutmu ini adalah waktu yang tepat untuk meracik black coffee kesukaanku. Seperti sudah menjadi kewajiban bagimu untuk meraciknya untukku bila kau mampir ke warung ini. Warung Pak Harun yang berada di pertengahan antara tempatku dan tempatmu bekerja. Di sini pula pertama kali kita bertemu.

Aku ingat pertama kali kita bertemu, hari itu hujan dan aku meninggalkan payungku di rumah pada pagi harinya. Sebenarnya itu bukan kebiasaanku. Payung adalah benda wajib yang harus selalu ada di dalam tasku. Tapi entah mengapa hari itu aku lupa menyimpannya kembali setelah diangin-anginkan karena hujan di hari sebelumnya. Mungkin juga ini takdirku untuk bertemu denganmu.

Sore itu kita sama-sama kehujanan dan memilih warung pak Harun untuk berteduh. Warung sederhana yang hanya memiliki tiga buah meja dan beberapa kursi di dalamnya. Ternyata banyak para pekerja yang bernasib sama dengan kita. Tidak membawa payung dan memilih berteduh di sana. Waktu itu aku memilih untuk duduk di sampingmu. Tidak, itu bukan karena aku sengaja. Itu hanya kebetulan yang akhirnya menjadi awal manis untuk ceritaku dan kamu.

Kau memesan espresso dan aku memilih black coffee untuk menghangatkan badan. Saat itu kau lah yang mengajakku berkenalan untuk pertama kalinya. Kita mengobrol panjang tentang kopi. Ternyata kau benar-benar pecinta kopi. Bahkan aku yang sedari kecil sudah mengenal kopi terkalahkan dengan semua pengetahuanmu tentang kopi. 

Hampir setiap sore kita bertemu di sana, kecuali ketika kita lembur dan di akhir pekan. Dan hampir setiap kali kesana kau selalu meracik black coffee untukku. Kadang aku berpikir , warung itu sepertinya kepunyaanmu, bukannya Pak Harun. Sesekali kau juga menambahkan susu ke dalam black coffeeku. 

"Ini seperti kita" katamu.
"Iya, aku si putih dan kau di hitam" jawabku.
"Yang penting hitam manis kan?" candamu.
"Dan yang terpenting aku suka" jawabku.

Aku juga heran, darimana keberanian itu datang. Biasanya aku bukanlah orang yang suka berucap spontan. Tapi denganmu aku begitu. Pipimu bersemu merah mendengar celotehanku. Saat aku menyadari itu, pipiku pun ikut bersemu.


Pict from here




* Lagi kehabisan ide buat nulis nih. Ini salah satu ff yang pernah aku tulis di akun Wattpadku mampir kesana juga ya teman-teman :)
     


Minggu, 01 Juli 2012

Missing You

Udara dingin serasa menusuk tulang. Walau aku memang terlahir dan besar di kota ini, entah mengapa malah tubuhku tidak terlalu bisa bertoleransi dengan udara pegunungan yang memang sejuk ini. Jaket 2 lapis yang aku pakai, tetap tidak bisa menghalau rasa dingin di tubuhku.

.......................................................................

Padahal di mobill ini ac-nya tidak terpasang, tapi tetap saja aku merasa kedinginan. 
"Dingin ya dek?" tanyamu padaku.
"Hehe iya. Nggak lihat nih, ingus Dian aja udah meler gini" candaku.
"Tuh pake jaket abang aja" ujarmu
"Nggak dingin-dingin amat kok bang" jawabku.
"Udah nggak usah sok kuat gitu nahan dingin" ujarmu sambil mengambilkan jaket dari bagian belakang mobil.
Aku pun tak bisa menolak untuk memakainya. Selain merasa tak enak, aku juga memang benar-benar butuh jaket lebih untuk menghangatkan badan. Jaket ini terasa hangat, sehangat senyuman yang kau sungginggkan padaku.

............................................................

Aiiissshhh... kenapa aku malah teringat peristiwa itu. Memang beberapa hari ini entah mengapa aku sering merindukan dia yang beberapa bulan yang lalu pernah mengisi ruang kosong di hatiku. Dia juga yang telah dengan semena-menanya kuberi harapan, tapi pada akhirnya justru aku sakiti dengan sikapku yang membingungkan untuknya. Sebenarnya aku sendiri bingung dengan sikapku. Sikap yang selalu muncul tiba-tiba ketika rasa bahagia mulai muncul pelan-pelan. Tapi seperti bom atom, sikap itu tiba-tiba muncul meluluhlantakkan semua yang membuat bahagia itu. Tiba-tiba aku menjadi defensif, menutup diri dan perlahan menghilang tanpa kata sepatah kata pun.Sebelum itu dimulai aku bahkan sudah mundur duluan. 

.....................................................

"Ketika kamu merasa tak bahagia dengan hidupmu, ingatlah, bahwa ada seseorang yang bahagia hanya karena kamu ada" begitulah kira-kira isi salah satu sms darimu.

...............................................................

Entahlah, mengapa baru saat ini aku bisa tersenyum membaca smsmu itu. Ya, aku masih menyimpan beberapa sms yang pernah kau kirimkan padaku. Bukankah aku memang benar-benar aneh menurutmu? Tapi mungkin kau lebih menganggapku ini jahat lebih tepatnya. Jahat karena telah mempermainkan perasaanmu. Aku juga heran, mengapa aku tega bersikap cuek terhadapmu yang dengan sabar terus menghubungiku dan meminta maaf padaku. Tidak, itu salah... Harusnya akulah yang meminta maaf padamu. Kupikir, kata maaf juga mungkin tidak cukup untuk menebus semua sikapku padamu.

"Kamu tau kenapa orang itu cuek?" tanya sahabatku kepadaku.
"Memangnya kenapa?" ku balik bertanya.
"Karena orang itu ingin lebih diperhatikan" jawabnya.
"Apa aku juga temasuk dalam kategori itu?" tanyaku lagi.
"Mungkin" jawabnya.

Apa mungkin itu salah satu penyebab bom atom itu selalu muncul ketika aku mulai merasa bahagia? Tapi penyesalan itu selalu muncul belakangan. Ketika dia mulai menghilang perlahan, ketika dia yang sepertinya telah menemukan penggantiku, ketika itu pula aku mulai merasa kehilangan. Kehilangan satu bagian puzzle di hatiku. Bahkan ini bukan pertama kalinya. Untuk kesekian kalinya aku melakukan kesalahan yang sama.




Selasa, 26 Juni 2012

Bereksperimen Dengan Mesin Jahit Mama

Assalammualaikum

Hehehe aku kan udah cerita ya kemaren itu kalo aku sekarang lagi belajar pake mesin jahit nih. Nah kali ini aku mau share barang-barang yang aku buat. Hehe lagaknya kayak banyak aja, sebenarnya cuma 2 aja  :p

Nah yang pertama nih sebenarnya mau buat bantal, tapi karena belum beli dacronnya jadinya buat sarungnya dulu. Ini sebenarnya kain-kain perca yang ada di rumah aja yang aku kreasiin. Itu kain yang polos berwarna pink itu jenis katun tipis. Nah kalo yang bermotif bunga itu sisa kain yang dijadiin seprai sama mama. Namanya belajar, nyari perca-perca aja dulu :p

Ini diaaaa....


Ini hasil jahitannya udah mulai rapi nih :p

Yang kedua ini aku juga bingung mau disebut apa, hehe... Pokoknya sejenis kantong kecil gitu lah. Itu kainnya kain blacu sisa prakarya zaman SMP kayaknya. Dapet di kantong kain percanya mama. Terus aku tambahin pita putih buat pegangannya.Bagian dalemnya itu masih kain sisa seprai mama juga, hehehe... Di bagian luarnya aku sulam tangan aja, di bagian depan aku sulam gambar burung gitu dan bagian belakangnya aku sulam namaku di twitter, tapi ketinggalan @-nya *tepuk jidat... Buat tutupnya aku tambahin kancing yang aku juga bingung apa namanya. Dibilang kancing kait juga bukan sebenarnya, pokoknya kancing mungil yang biasa buat kancing kebaya ibu-ibu zaman dulu itu loh.. 

Ini dia kantong kecilnya...


Sulaman bagian belakang


Sulaman bagian depan

Dan sekarang jarum mesin mamaku malah aku patahin, hiks...
Sok jago ngajahit celana jeans yang rencana mau aku kecilin *tepuk jidat...




Senin, 25 Juni 2012

Setelah Lengkuas Dipanen

Assalammualaikum

Wuiiih Takengon lagi panas-panasnya nih kalo siang ampe sore. Tapi ya tetap kalo di dalem rumah dingiiiin, brrr... apalagi kalo malem dan pagi harinya... *rapetin jaket...

Aku mau cerita tentang lengkuas nih. Jadi ceritanya hari sabtu kemarin ortuku panen lengkuas di kebun *akunya nggak ikut ke kebun tapinya, hehe... Ternyata proses untuk menjualnya itu rada ribet loh. Lengkuas kan punya akar yang lumayan banyak tuh, nah untuk dijual biasanya akar-akarnya harus dibuang dulu. Jadi kegiatan kami dari siang ampe menjelang magrib ya bersihin lengkuas-lengkuas itu. Pertama lengkuasnya dipotong-potong jadi bagian yang agak kecil sama mamaku biar mudah bersihin tanahnya. Terus baru dilanjutin dengan membuang akar-akarnya. Sebenarnya nggak banyak juga lengkuasnya, ada sekitar 26 kg gitu. Tapi ya berasa juga itu ngebersihinnya. Kelar ngerjain yang satu ini, siap-siap tangan kalian bakal jadi kasar-sekasarnya. Tau sendiri kan, kalo udah berhubungan dengan tanah, tangan bisa langsung seketika menjadi kasar. *catat: ini ceritanya kalo kalian nggak pake sarung tangan ya...

Lengkuas juga sebenarnya ada beberapa macem juga kan jenisnya. Ada yang warnanya rada merah juga buahnya. Nah kalo yang ini biasanya harganya lebih murah sih. Karena aromanya kurang dari yang biasa. Karena ortuku menjualnya ke tukang bumbu jadinya lengkuasnya harus dicuci juga. Eh tapi kalo musim hujan juga harus dicuci juga lengkuasnya. Soalnya kebun ortuku itu tanahnya tanah lempung, kebayang dong gimana banyaknya tanah yang lengket di buah-buahnya itu. 

Lengkuas-lengkuas itu biasanya dihargai Rp 3000 per kilonya. Nah kebayang kan gimana ribetnya para petani itu sebenarnya. Kita sih enak tinggal beli aja di pasar tanpa harus repot-repot lagi. Tapi yang bikin miris ya kadang hasil-hasil kebun mereka dihargai kurang pantas. Tapi ya itu memang udah jadi rangkaian pemasaran juga ya kalo kita udah ngomongin masalah harga. Nah itu juga sih yang jadi kendala buat petani-petani di sini. Masalah pemasaran tentunya. Walau punya tanah yang subur, petani di sini kesulitan dalam masalah pemasaran. Ya salah satu kendalanya ya karena letak daerah yang jauh dari perkotaan. Tau sendiri sayur mayur kan nggak tahan lama. Jadi ya gitu deh, aku juga kurang ngerti juga kalo mau cerita banyak soal ini, hehe... *sok tau duluan 

Ya udah nih aku share foto-foto lengkuasnya, tapi kualitas fotonya kurang bagus nih. Karena ponsel yang bisa dipake jepret cuma kamera vga, hehe... Tapi tak apalah, yang penting memaksimalkan apa yang ada nih ceritanya :)

Lengkuas masih beserta akar dan sedikit batangnya


Setelah dibersihkan



Ini sampahnya



Huuuaaa kalo udah ngebahas tentang taneman gemes aja bawaannya...
Langsung kepikiran yang hijau-hijauuu...
Tapi ya itu, anak petani tapi nggak bisa bertani ya aku ini nih, hiks.... 



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...