Kamis, 18 Oktober 2012

Semanggi di Taman

Harum rerumputan menyesak sedari tadi pada indera penciumanku. Entah apa yang membuatku mengikutimu sampai kemari. Taman kecil yang berada di dekat kontrakanmu. Awalnya aku mengira kau akan mengajakku bermain ayunan di arena bermain kecil yang terdapat di taman itu. Tapi khayalanku seperti peristiwa romantis yang banyak di drama Korea itu harus kubuang jauh-jauh dari pikiranku. Aku tau, itu bukan tipemu.

Dari awal aku terus mendesakmu dengan pertanyaan-pertanyaan yang selalu kau kau jawab dengan kalimat yang membuatku semakin penasaran.

"Kita mau apa di sana?" tanyaku

"Udah ikut aja, ntar kamu pasti tau sendiri" jawabmu disertai senyum usil khas kamu.

Sesampainya di sana kamu mulai menarik-narikku dengan antusia seperti anak kecil yang tidak sabar ingin memamerkan hasil karyanya pada ibunya. Tapi itu memang khasnya kamu. Kamu mulai menarikku ke arah sesemakan yang berada agak di ujung taman itu. Genggaman tanganmu mulai mengendur di tanganku dan lama kelamaan benar-benar terlepas. Kau berjongkok tanpa peduli rokmu yang sedikit tertindih dengan sandal kuningmu. 

"Lihat itu, dia ada di sana" tunjukmu padaku.

Aku pun ikut berjongkok di sampingmu sambil mencari-cari apa yang kau maksud. Tanganmu mengarah pada rerumputan di depanmu. 

"Kau lihat itu sayang?" ulangmu.

"Aku tidak tahu apa yang kamu maksud" jawabku bingung.

"Itu sayang, dia berdaun empat" tambahmu.

Setelah agak lama melihat ke arah yang kau tunjuk akhirnya aku menangkap apa yang kau maksud. Itu adalah semanggi di antara rerumputan itu dan berdaun empat.

"Aku ingin berbagi keberuntungan denganmu" ujarmu sambil tersenyum.

"Kau tidak ingin memetiknya?" tanyaku.

"Tidak, biarkan saja dia di sana. Aku juga ingin berbagi keberuntungan dengan yang lainnya. Kalau aku memetiknya, hanya kita saja yang kebagian keberuntungannya" jawabmu dengan mata berbinar-binar.

Hanya senyumku yang terkembang untuk menanggapi pernyataanmu itu. Kau memang berbeda sayangku, tapi itulah kamu. Kamu yang selalu membuatku jatuh cinta setiap hari.


Pict from here



13 komentar:

  1. bagus juga ceritanya... tp blm puas bacanya...

    BalasHapus
  2. wuah bagus nih cii, gw suka!
    share lagi donk cerita-ceritanya

    BalasHapus
  3. Al-Rafiqy Chaniago:
    Hehe namanya jg flash fiction

    Alie Raden:
    Thanks ya :)

    Samuel:
    Makasih sam, hihi ntar ditulis dulu yak :p

    BalasHapus
  4. Aku gak tahan baca ginian chi, wkwk
    tolong critain intinya donggg #memelas

    BalasHapus
  5. waduh, salah akun, wkakakak

    BalasHapus
  6. hai Chi pa kabra? ^_-^....hehe daun semanggi itu sempat menjadi simbol keberuntungan saya..........

    BalasHapus
  7. kunjungan perdana sob :) sambil baca2

    visit n koment back y dblogq :)
    achsanarea23.blogspot.com

    klo boleh skalian follow y nnti ak follow back

    BalasHapus
  8. walah, rupanya harus banyak belajar lagi
    hehehehe

    BalasHapus
  9. arm-4wd:
    Hahaha intinya si cewek itu pengen berbagi keberuntungan dgn org lain dgn ngk metik daun semangginya. Kan ada mitos semanggi berdaun 4 itu pembawa keberuntungan :)

    Mas Alfone:
    Hahaha... sekalinya dateng malah dape FF ya mas :p

    Mas Aryadevi:
    Huaaaa udah lama tak bertegur sapa ya mas :p
    Kabar chi baik mas :)

    In'am Achsan:
    Makasih ya udah mampir :)

    Doktor Dut:
    Maksudnya apa ya? hihihi nggak mudeng saya
    *garuk-garuk kepala

    Mbak Mila:
    Siapa mbak? Chi ya yang cakep?
    Aaaah mbak bisa ajaaaa...
    *minta digeplak

    Meilya dwiyanti:
    Thanks sist, salam kenal jugaaa...
    *salaman

    BalasHapus
  10. aah setelah membacanya aku jadi menyesal:(( aku menemukan daun semanggi berdaun4, tapi saking senengnya spontan aku petik itu daun. aku tak berpikir panjang.. maafkan aku

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...