Rabu, 18 Februari 2015

Berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Medan

Assalammu'alaikum wr wb


Perpustakaan Umum Kota Medan
Gunakan ini sebagai petunjuk letak
perpustakaannya ya.


Berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Medan ini udah menjadi PR sejak zaman kapan tau, akhirnya minggu lalu kesampaian juga berkunjung ke sana. Biasanya saya lebih sering berkunjung ke Perpustakaan Daerah sewaktu kuliah.

Perpustakaan ini terletak di Jl. Iskandar Muda sebelum lampu merah simpang Jl. Gajah Mada. Nyempil diantara dua kantor lainnya membuat saya bingung dimana pintu masuknya. Awalnya saya kira perpustakaannya justru berada di dalam salah satu kantor tersebut, tetapi ternyata tidak.

perpustakaan
Bagian depan perpustakaan.

Sticker di pintunya


Masuk ke dalamnya kita langsung disambut dengan rak-rak buku. Ternyata ruangannya juga kecil, sehingga kesannya agak sempit perpustakaannya.


Silahkan dipilih bukunya :)


Di sebelah kanan terdapat tempat duduk untuk membaca atau sekedar ingin mempergunakan jaringan wi-fi. Oia juga terdapat beberapa komputer juga di sana. Maaf foto bagian ini yang saya ambil tidak bagus hasilnya. Lalu di sebelah kiri ada petugas perpustakaan bagian meminjam dan mengbalikan buku dan mengurus keanggotaan perpustakaan juga. Di bagian ujungnya terdapat loker untuk menyimpan tas pengunjung. Sayang lokernya nggak ada kuncinya.

Di bagian kanan juga terdapat perpustakaan khusus anak-anak dan dilengkapi dengan mainan juga. Di sebelahnya terdapat sebuah kantor. Oia di samping loker juga terdapat sebuah kantor.

Beralih ke bagian belakang juga terdapat beberapa meja besar beserta kursi untuk para pembaca. Saya memilih membaca di bagian ini. Tepat di bagian kiri belakang juga terdapat cafetaria mini.

Pemandangan daei tempat saya membaca.


Menurut saya perpustakaan ini terlalu padat isinya, apalagi jika pengunjungnya ramai. Dan sedikit ribut. Entah karena saya datang ketika jam istirahat atau memang begitu saya juga kurang tahu.

Koleksi bukunya juga terbilang koleksi buku-buku lama. Jarang terlihat buku-buku terbitan baru. Entahlah, mungkin pada dipinjam semua kali ya, hehehe...

Yah setidaknya ada tempat alternatif membaca buku gratis baru buat saya sekarang. Karena kalau kemari kan hanya sekali angkot aja :)

Nah, kalian apa sudah pernah berkunjung ke Perpustakaan Umun Kota Medan ini belum?

Minggu, 15 Februari 2015

Mahakarya Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-265

Assalammu'alaikum wr wb

Ceritanya udah rada basi sebenarnya, tapi sayang kalau tidak berbagi cerita di sini. Pada bulan Januari lalu diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-265. Salah satu rangkaian acaranya adalah Pameran Pembangunan yang diadakan di Kota Stabat.

Hari Jadi Kabupaten Langkat
Welcome

Pada tanggal 8 Januari 2015 saya kesana dengan naik mini bus dari Pinang Baris. Sejak tarif ongkos naik, ini pertama kali saya ke Stabat lagi. Biasanya ongkos dari Medan sekitar Rp 7.000, sekarang naik menjadi Rp 10.000. Tapi sekarang ongkosnya udah turun lagi menjadi Rp 8.000. Karena hari minggu pagi penumpangnya sepi dan jalanan juga sepi, jadi dalam waktu satu jaman saja sudah saya sampai di Stabat.

Sampai di Stabat nunggu dijemput Ilay dulu di halte di dekat tugu Stabat. Ternyata haltenya dijadikan pangkalan mini bus, tapi saya nggak tahu mini bus jurusan mana. Jadinya selama duduk menunggu di situ asik ditanyai mau kemana sama supir mini bus yang mampir. Padahal sayanya juga baru nyampe, hahaha...

Nggak lama Ilay akhirnya dateng juga. Awalnya cuma muter-muter alun-alunnya aja, tapi akhirnya saya mutusin untuk ke Pamerannya saat itu aja, nggak perlu nunggu sore. Mumpung masih sepi juga pengunjungnya, jadi nggak perlu berdesakan.

Begitu masuk kami mengunjungi stand TNI AD. Wuih senapan-senapannya berat-berat ternyata. Pengunjung diperbolehin megang juga loh. Pegel juga angkat senjatanya. Pantesan aja kalo mau jadi TNI harus berotot gitu ya, berat gitu senjatanya.

Pameran
Senjata asli loh ini.
Saking asiknya, lupa nanya nama
jenis senjatanya, hihihi

TNI AD
Masnya malu-malu pas dimintai foto :(

Terus lanjut lagi ke bagian panggung utama yang ternyata lagi nyelenggarain lomba busana daerah tingkat TK. Lucu-lucu adik-adiknya, pada malu-malu.

lomba peragaan busana
Harap maklum karena jepretnya cuma
pakai hp jadi adik-adik kecilnya
semakin keliatan kecil di sini, hehehe


Lanjut lagi ke bagian pameran masing-masing kecamatan. Umumnya mereka pada pamerin hasil kerajinan tangan dan makanan kemasan. Ada stand barang-barang recycle juga.




Di sampingnya malah terdengar musik yang lumayan keras. Ternyata itu berasal dari stand Marinir. Pangkalan mereka adanya di Pangkalan Brandan saat saya tanya ke mas-masnya. Kaminya nanya-nanya masnya malah ngasi kami majalah *doh


Selang beberapa stand, kami nemu stand Melayu. Yah seperti kita ketahui di Langkat yang dominan itu kan Suku Melayu dan Jawa ya. Standnya simple, cuma tampak pelaminan khas Melayu aja.

Pangeran Cahaya, kapan kita bersanding
di sini?


Nah agak ke ujung kami nemu stand PUJAKESUMA alias Putera/i Jawa Kelahiran Sumatera. Lumayan lengkap standnya dengan kesenian Jawa. Mulai Wayang, Reog dan Kuda Lumping.

Minta tolong adik-adik SMA
yang lagi berkunjung juga buat jepret.
Cuma dijepretin satu :(
Tapi jadilah daripada nggak ada.





Juga ada stand lukisan nih. Kayaknya baru aja selesai ngadain lomba mewarnai di sana. Lukisan-lukisan yang dipamerin lumayan banyak dan beragam temanya.



Terakhir kami mengunjungi stand TNI lagi. Tapi yang ini tugasnya berhubungan dengan pengawasan udara gitu. Pangkalan mereka adanya di Binjai kata mas-masnya.

Segan mau foto sama mas-masnya.
Jadilah foto sama patung berseragam saja.


Dan muter-muter itupun diakhiri dengan jajan mie pecel, yaaay...

Maafken postingannya berisi wajah saya yang tak seberapa ini semuanya. Jadi, kalian ada yang berkunjung ke acara ini juga nggak?

Jumat, 06 Februari 2015

Menyeberangi Sungai Wampu Dengan Getek

Assalammu'alaikum wr wb

Pada tau nggak Sungai Wampu itu dimana teman-teman? Sungai Wampu itu membentang jauh sebenarnya, mulai dari Kabupaten Langkat sampai ke Kabupaten Karo. Jauh ya, saya aja baru tau pas nanya mbah google tadi, hahaha...

Getek
Asyiiik geteknya dateng.


Eits jangan kira saya akan mengarungi Sungai Wampu sejauh itu ya, sayanya cuma Menyeberangi Sungai Wampu dengan getek aja. Tepatnya di Kampung Durian, Stabat. Getek ini dimanfaatkan warga sebagai jalan pintas agar tidak memutar jauh perjalanan.

Stabat
Jalan menuju sungainya.
Kita bisaa menjumpai kebun sawit,
kebun duku dan rimbunan bambu :)


Awalnya saya kira geteknya cuma kayak susunan papan yang ditarik dengan bantuan tali aja, sama kayak di desa tempat kakak saya sewaktu bidan PTT sewaktu saya SD dulu. Eh taunya perkiraan saya salah. Geteknya tuh gabungan dua sampan kecil yang udah dimodifikasi gitu. Sebenarnya ini juga masih baru sih, getek yang lama ya sama dengan getek diperkiraan saya sebelumnya.

getek
Ada penumpang yang ketinggalan.
Uwaknya bela-belain turun
lagi untuk jemput penumpangnya :)


Getek ini biasanya digunakan para pengendara sepeda motor dengan tarif Rp 2.000 sekali nyebrangnya.

Gaya saya kaku begitu,
takut nyemplung ceritanya :p


Saya dan Ilay cuma numpang duduk cantik aja di geteknya, nyebrang bolak-balik hahaha...

Stabat
Ilay, si Bunga Desa Selemak ♥


Makasih ya wak udah dikasih gratis naik geteknya. Kata Uwaknya "Nggak papa, nanti kapan-kapan bawa temen-temennya lagi ya untuk naik getek uwak". Uwaknya baik sekali. Mudah-mudahan terus dilancarin rezekinya ya Wak, aamiin...

Nah kalau lagi berkunjung ke Stabat nggak ada salahnya buat naik getek buat yang belum pernah ngerasain ya teman. Di kota mana ada yang beginian, hihihi. Kadang hal-hal sederhana gini juga bisa jadi pilihan liburan yang menyenangkan kok :)




Rabu, 04 Februari 2015

Suatu Sore di Ruang Tunggu



Suasana ruang tunggu di sebuah praktek dokter ahli jiwa sore itu terlihat lumayan ramai tetapi tenang.
Keriuhan muncul ketika kamu, seorang perempuan lain dan seorang gadis abg yang tampak asik mengoceh sendiri.

Mendapati keadaan seperti gadis abg itu tentu sudah bukan hal aneh jika kita berkunjung ke praktek ahli jiwa.
Yang menjadi sumber perhatianku adalah kamu.
Seorang perempuan muda yang mungkin masih berkepala dua.
Berpakaian sederhana dan memakai kacamata.
Raut cemas tampak di wajahmu tetapi tidak ada kepanikan di sana.
Tampak kamu dengan sabar dan lembutnya menjawab apa yang ditanya oleh adikmu.

Kemudian aku tau bahwa kalian adalah dua kakak beradik yang sudah ditinggalkan ibu kalian beberapa tahun yang lalu.
Dan tinggal bersama seorang ayah yang tidak peduli dengan kalian.
Dan kau otomatis menjadi tulang punggung keluarga.

Kau bercerita dengan tersenyum kala itu.
Aku tidak membaca kesedihan di sana.
Aku bahkan tidak tahu bagaimana reaksiku jika aku menjadi kamu.

Semoga kamu masih seperti itu sampai sekarang ya kakak.
Bagaimana ya kabarmu sekarang?
Apa kau sudah menikah?
Apa adikmu sudah membaik?
Sayang kita tidak pernah bertemu lagi di beberapa kali kunjunganku kembali ke sana.
Dan sekarang, sore ini aku teringat kepadamu yang kujumpai beberapa tahun yang lalu di ruang tunggu.
Satu yang sekarang ingin kulakukan juga adalah memeluk saudara-saudaraku.
Cinta dan kasih itu pasti ada kepada mereka, walau tak selalu bertemu dan berkirim kabar.

Terima kasih kakak
Semoga kamu dan adikmu sehat-sehat saja dan terus saling menyayangi dengan cara kalian sendiri.


..... oOo .....


Untuk memeriahkan #30HariMenulisSuratCinta hari ke-6 

Selasa, 03 Februari 2015

Gerimis Romantis




Selamat sore Pangeran Cahaya.
Aku jadi teringat akan gerimis.
Iya, gerimis yang kala itu kau sebut gerimis romantis.
Tidak, tidak sedang hujan di sini.
Bahkan langit terlihat sangat cerah.

Cuma ingin mengingat gerimis kesukaanmu.
Gerimis yang selalu memunculkan lengkungan manis di bibirmu.
Nanti kalau gerimis turun disini, akan aku ambil satu gambarnya untukmu.
Bagaimana kalau sebagai gantinya, aku ambilkan gambar pelangi untukku?
Sudah lama sekali rasanya aku tidak melihat pelangi.
Di dekatku tidak ada yang bisa membiaskan cahaya sehingga memunculkan warna-warna cantik itu.
Iya ya Pangeran Cahaya?
Mau ya?

Kamu, apa juga sudah menabung rindu untukku hari ini?



..... oOo .....



*Untuk memeriahkan #30HariMenulisSuratCinta hari ke-5



Senin, 02 Februari 2015

Celengan Rindu




Pangeran Cahaya, kemarin sore aku mendengar lagu dari Fiersa.
Dia menyebut-nyebut celengan rindu di lagunya.
Aku jadi kepikiran.
Bagaimana jika kita juga membuat celengan rindu?
Iya, celengan rindu.
Aku buat satu dan kamu juga.
Nanti ketika bertemu akan kita pecahkan bersama-sama.
Mau ya Pangeran Cahaya...
Nanti akan kita lihat siapa yang paling banyak menabung rindunya.
Kita tidak harus selalu bergantung pada Tuan Angin sekarang untuk menyampaikan rindu.

Aku sudah buat satu, kamu juga buat ya nanti.
Ah aku juga sudah mulai menabung rinduku.
Tidak, aku tidak akan memberi tahumu aku menabung berapa rindu hari ini.

Tapi tadi pagi aku juga sudah menitip rinduku pada Tuan Angin.
Apakah sudah sampai kepadamu?



Untuk memeriahkan #30HariMenulisSuratCinta hari ke-4 ♥

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...