Jumat, 15 Agustus 2014

Jajan Sehat Ya ke Mie Pangsit Hijau Nami di Takengon

Assalammu'alaikum wr wb

Di hari minggu yang lalu, sepulang dari rumah kakak, saya mampir lagi ke warung pangsit yang satu ini.

Sesuai namanya "Pangsit Hijau Nami", mie pangsit yang dijajakan di warung ini memang berwarna hijau. Ini tentu saja sesuatu yang baru di Takengon.



Mie Pangsit ini udah ada sejak tahun 2013 dari hasil pengamatan saya ( hahaha lupa nanya pas ngobrol sama pemiliknya).

Dari hasil ngobrol singkat sama pemiliknya, warna hijau pada mie itu berasal dari sawi. Saya sempat menanyakan kenapa bukan memakai bayam sebagai pewarnanya. Menurut pemiliknya, sawi lebih bersahabat untuk perut, begitu katanya. Tapi menurut saya memilih sawi juga hal yang tepat sih, soalnya di Takengon sendiri petani sawi lumayan banyak, yah jadi untuk memperoleh bahan bakunya jadi nggak sulit ya buat mereka.

Waktu pertama kali mencicipi mie pangsit ini, saya mengira di olahan ayamnya memakai tauco, karena saya menemukan kacang kuning seperti yg ada pada tauco, tetapi saya nggak nemuin rasa khas tauconya. Ternyata setelah saya tanyakan pada pemiliknya, mereka tidak memakai tauco. Hanya memakai kacang kuning pada campuran bumbu ayamnya. Dan satu yang khas lagi menurut pemiliknya, mereka menggunakan sumsum pada kaldunya.

Satu lagi yang unik adalah mangkuknya yg terbuat dari tanah liat, like this one :)



Buat kalian yang penasaran sama jajanan yang satu ini, coba aja mampir ke warungnya berada di Blang Kolak 2, tepatnya di depan Bank BRI Takengon.

Hahaha postingan saya akhir-akhir ini, lagi doyan makan soalnya *lirik timbangan


Jumat, 08 Agustus 2014

Melepas Rindu Dengan Mie Ayam

Assalammu'alaikum wr wb

Hampir sebulanan nggak jajan mie ayam, lidah ini berasa ada yang kurang. Jadilah beberapa hari yang lalu, saya dan Mimi kembaran saya hunting tempat jajanan mie ayam yang belum pernah kami kunjungi di Takengon.



Atas rekomendasi sepupu, kami pun penasaran nyobain mie ayam di warung bakso langganannya. Warung bakso Mitra yang juga menjual mie ayam yang kami datengin kemarin sore itu terletak di Jl. Lebe Kader, di dekat SMA Neg. 1 Takengon.



Tempatnya lumayan cozy dan cukup bersih. Kalo soal rasa kalo menurut saya yah kurang nendang semurnya itu. Kalo kuah kaldunya yah lumayanlah.



Soal harga untuk ukuran Takengon ya standarlah, semangkuknya Rp 10.000.

Nah buat kalian yang lagi berkunjung ke Takengon, warung ini bisa jadi salah satu alternatif buat jajan nih. Lokasinua juga mudah di dapat, tepat di jalan utama kota.




Kamis, 07 Agustus 2014

♥ Minal Adzin Walfaidzin ♥

Assalammu'alaikum wr wb

Wah nggak berasa Ramadhan udah berlalu teman, sedih ya. Mudah-mudahan tahun depan kita masih bisa ketemu Ramadhan lagi, aamiin...



Tahun ini bisa dibilang lebaran terame di rumah. Soalnya keluarga besar dari bu'de (kakaknya papa) pada pulang ke Takengon semua. Kumpul semua dari sepupu ampe ponakan. Seru...



Sayang karena kekurangan kendaraan jadinya sayanya kebagian nungguin rumah, nggak ikut ngunjung ke rumah saudara-saudara.



Karena itu saking sibuknya, ini update blognya kelamaan.



Teman-teman semua, di moment yang udah telat ini saya mohon maaf lahir dan batin ya jikalau ada salah kata, komentar dan perbuatan sama kalian semua. Mudah-mudahan ke depannya kita semua bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi ya teman, aamiin :)




Rabu, 16 Juli 2014

Ramadhan di Takengon, Tidak Lengkap Rasanya Tanpa Cecah Bajik

Assalammu'alaikum wr wb

Huaaa udah lama nggak tersentuh blognyaaaa....
*pukpuk blog


Kali ini chi mau berbagi cerita tentang salah satu makanan khas di Takengon, Aceh Tengah yang biasa dijadikan sebagai menu berbuka. Makanan itu adalah cecah bajik. Kalau biasanya yang dikenal dengan kata cecah itu adalah ragam jenis sambel-sambelan, nah cecah yang satu ini beda. Cecah bajik ini lebih mirip dengan rujak sebenarnya.



Bajik sendiri artinya adalah buah nangka yang masih muda (sekali) yang biasanya masih sebesar jempol kita dan cecah bajik sendiri ya memang berbahan dasar buah nangka muda. Lalu ditambah dengan pisang muda, jambu kelutuk, terong belanda, nanas, daun pepaya, gula aren dan garam. Cara membuatnya ada yang diulek atau ditumbuk dengan menggunakan alu.

Rasanya campur-campur ya, ada kelat, manis dan asam. Hehehe tapi beberapa hari yang lalu sempat bikin di rumah sama mama, bahannya kurang alias apa adanya, walhasil warnanya agak kelam ya. Soalnya nggak ada nanasnya. Biasanya kalau ada nanasnya jadi agak cerah warnanya :)



Cecah bajik sendiri katanya bagus untuk pencernaan loh.

Nah buat kalian yang mau nyoba bikin bahannya nggak sulit dicari kan, selamat mencoba ya :)




Senin, 09 Juni 2014

Jajan Asyik di Festival Jajanan Bango Medan


Assalammu'alaikum wr wb

Hari Sabtu yg lalu, tepatnya tanggal 7 Juni 2014, saya bersama 4 orang blogger lainnya mendapatkan kesempatan icip-icip di acara Festival Jajanan Bango yang diadain di Lapangan Benteng Medan.

Acaranya sebenarnya udah dimulai sejak jam 9 pagi, tapi kaminya baru dateng sekitar jam 2 siang. Saya datang bersama Ilay. Sekalian temu kangen juga karena hampir dua bulan kaminya nggak ketemu.

Awalnya saya janji mau ketemu sama mbak Alderina yg menghubungi kami via email, tapi yah sayang kitanya nggak jodoh kali ya mbak. Hp mbaknya low batt. Jadi ngambil kuponnya sama mbak2 di bagian informasi aja.

Harinya cukup panas kalo saya bilang, tapi pengunjungnya rame. Yah namanya orang Medan memang sukanya berkuliner ria ya bo', ya jadi nggak heran kalo ada event beginian pasti selalu rame.

Untuk kita para pengunjung, di pintu masuk langsung disambut dengan contoh dan penjelasan singkat tentang proses pembuatan kecap bango itu sendiri. Mulai dari contoh tanaman kacang Malikanya, pembuatan gulanya, dan yang paling utama kecapnya tentunya.


My Favorite shots ♥




Botol kecap raksasa





Setelah selesai narsis-narsisan saya sama Ilay ketemu dengan Zikri dan Badia, teman sesama blogger di Blogger Sumut. Merekanya udah makan aja pas kami nyampe. Jadilah kami pun mutusin keliling dulu buat cari santapan. Pas keliling ke stan-stannya, kaminya malah bingung mau makan apa, saking banyaknya pilihannya.


(Ki-ka: Martabak Shakira, Siomay Bandung,
Sate Nasional, Lohat &
Sate Memeng)


Saya sebenarnya pengen makan Nasi Biryani, eh taunya udah abis. Jadinya saya milih Sate Nasional dan Ilay milih Sate Memeng. Kedua makanan ini sama-sama sate bumbu kacang, tapi ya masing-masing punya khasnya sendiri.





Dilihat dari lokasinya, cukup bersih menurut saya. Karena selesai kita makan, petugas kebersihannya langsung tanggap ngambilin piring kotor dan sampahnya. Di tenda bagian tengahnya juga cukup adem karena banyak dipasangin kipas blower gitu. Jadi walau harinya panas jadi terminimalisir :)

Oiya kita juga bisa dapet minuman gratis dari Pure It, boleh isi ulang juga kalo bawa botol sendiri. Asyik kan ya...




Pas kelar ngantri panjang, pas balik ke meja taunya Zikri dan Badia udah cabut hunting makanan lagi. Ya sudahlah, jadinya kami santap cantik berdua aja sama Ilay. Selesai makan baru ketemu sama Yoga, Rudi dan Dewi. Mereka teman-teman dari Blogger Medan Community. Haha sayanya semacam terbelah dua ceritanya. Karena memang bergabung di dua komunitas blogger ini. Tapi ya itu, seringnya jadi anggota 'ninja' alias suka muncul dan hilang tiba-tiba, hahaha...

Selesai shalat, saya dan Ilay icip-icip Martabak Shakira. Hmm.. lumayan lah rasanya. Soalnya perutnya masih kenyang, hahaha... Padahal tadinya pengen icip-icip roti tisu dan es pisang ijo, tapi keabisan :'(

Berhubung masih punya dua kupon lagi, sayang kan ya nggak dituker makanan buat dibawa pulang, buat Mimi juga. Mimi pengennya Siomay Bandung. Wuidih, ngantrinya panjaaangnya ampuuuun, tapi ya demi Mimi ndak papa lah.

Saya sendiri pengen ngerasain Holat. Holat ini makanan khas Padang Sidempuan, yang terdiri dari ikan mas dibakar yang disiram kuah bening yang diracik pakai daun balaka dan pakat (rotan muda). Rasanya agak pedas tapi seger. Namanya masakan orang Mandailing, nggak sah rasanya kalo nggak pedas ya, hehehe...

Nah kalo udah rame-rame begini, nggak asyik kan ya kalo nggak foto-foto sebelum pulang. Pulang-pulang selain nentengin bungkusan makanan, dapet kecap sachet gratis lagi, Alhamdulillah :)



(Ki - ka: Rudi, Ilay, Zikri, Saya dan Yoga)



(Ki-ka: Yoga, Ilay, saya, Zikri & Dewi)



(Ki-ka: Dewi, Yoga, Zikri, Ilay, Rudi & Saya)



Thanks ya mbak Alderina, terutama penyelenggara Festival Jajanan Bango yang usah ngundang kami. Lidah dan perut kami benar-benar dimanjakan hari itu :)


Jumat, 02 Mei 2014

Mendaur Ulang Baju Lama

Assalammu'alaikum wr wb

Beberapa hari yang lalu saya bongkar-bongkar isi lemari dan menemukan baju ini.



Baju ini sudah lama sekali tidak terpakai. Sempat sekali saya jadikan bahan eksperimen juga waktu itu. Pernah saya posting di sini juga :
Belajar Smocking
Tapi ternyata tidak membuat saya tertarik untuk sering-sering memakainya lagi. Jadilah akhirnya saya bongkar dengan semena-mena... Hehe nggak kok, saya motongnya rapi kok :p




Ini sebenarnya bros sih, 
tapi gegayaan aja 
dijadiin gelang





Nah kalo ini
udah keliatan kan
brosnya.


Sebenarnya masih ada sisa kain lagi sih, tapi belum tau mau diapain.

Happy recyling ♥


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...