Sabtu, 04 Oktober 2014

Syukuran 2 Tahun Beraksinya Blogger Medan

Assalammu'alaikum wr wb

Di hari minggu lalu (29/9/2014) Blogger Medan mengadakan acara syukuran untuk memperingati hari kelahiran mereka. Sebenarnya ulang tahunnya jatuh pada tanggal 22 September.



Selamat ulang tahun ya Blogger Medan (/ ^o^)/

Tahun ini udah menginjak usia 2 tahun. Kalau menurut tugas perkembangan manusia ya di usia segitu mulai belajar mandiri dan otonom, tidak tergantung pada orang tua lagi. Yah buat Blogger Medan mudah-mudahan mulai begitu juga ya. Mulai mandiri dan makin mateng konsep dan kegiatannya, aamiin...

Pada anak usia 2 tahun juga mulai mengeksplor lingkungannya, mudah-mudahan Blogger Medan juga gitu ya. Member-membernya mulai berani mengekplor hal-hal baru juga.

Baiklah mari kembali ke topik awal. Acara syukuran Blogger Medan pada hari Minggu lalu diadakan di Raja Coffee di komplek Plaza Millenium, Medan. Acara dimulai sekitar pukul 3 sore.

Setelah pembukaan dari MC, Yoga yang juga merupakan ketua Blogger Medan lalu dilanjutkan sambutan dari beberapa sponsor.



Ada live music juga dari My X - Girlfriend *waduh bener nggak ya ini tulisannya?



Dilanjutin lagi sama obrolan singkat bareng bang Agoez Perdana tentang kode etik blogger.



Nah setelah game seru, saatnya pemotongan tumpeng (/ ^o^)/



And the end foto barengnya nggak ketinggalan duuuung ♡♡♡
Kak Molly pinjem fotonya yah :)



Nah kalo yang ini ama seksi sibuknya Blogger Medan nih, nah kalo saya kan member ninja. Bisa muncul tiba-tiba, lebih sering ngilangnya, hahaha...



Haha sekalian pajang foto bareng Laiyali yang udah lama tak bersua *peluk kangen



Happy birthday sekali lagi Blogger Medan ♡♡♡





Sabtu, 27 September 2014

Meja Kopi







Kamu selalu bilang meja kopi itu adalah tempat terbaik untuk mengobrol.

Yah itu hanya berlaku jika aku sedang bersamamu.

Di meja yang ditemani secangkir kopi, kita selalu bisa bercerita tentang banyak hal dan tak melulu itu.

Beda ketika tidak bersamamu.

Ah.. kamu itu selalu saja membuatku rindu berbincang tentang apapun itu.

Kamu, apakah rindu juga mengobrol denganku?

Minggu, 21 September 2014

Perihal Kabut

Assalammu'alaikum wr wb

Pagi ini di Medan hujan, gimana dengan kota kalian teman? Seperti kita tau beberapa hari ini pulau sumatera dipenuhi kabut asap lagi ya, nyampe ke Medan juga asapnya. Yah mudah-mudahan di Riau dan Pekan Baru beberapa hari hujan terus ya biar asapnya menipis, aamiin..

Negara kita memang dari dulunya selalu diselubungi kabut ya teman. Tapi sekarang beda versi. Kalo dulu kabutnya ya memang karena hutan dimana-mana, nah kalo sekarang kabutnya kabut asap :'(

Karena kampung halaman saya di daerah pegunungan ya masih sering lihat kabut juga kalo lagi pulang. Tapi kalo di medan udah jarang, perasaan embun yang nempel di dedaunan aja jarang ada.



Kalo di daerah pegunungan kabut bisa dateng kapan aja. Jadi ingat dulu semasa kecil, karena rumah nenek memang berada di kaki gunung jadi kalo hujan mau dateng jadi kayak ada suara gemuruh gitu. Taunya itu suara hujan yang turun di atas baru kemudian turun ke arah perumahan di sekitar kaki gunung.

Kabutnya juga gitu, bisa muncul tiba-tiba dan menghilang tiba-tiba. Kayak pas tahun lalu saya membantu orang tua mengutip kopi. Dari pagi, hari tuh memang udah mendung. Nggak lama gerimis mulai turun. Nggak lama hujan sedikit deras dan tiba-tiba kabut datang dan udara terasa lebih lembab dari sebelumnya. Hahaha sempat panik juga, soalnya kan lagi di tengah-tengah pokok kopi jadi ruang gerak juga sempit. Udara lembab itu kan bukan ide  bagus ya buat yang punya alergi kayak saya. Ada gitu 10 menitan begitu, tapi tiba-tiba juga kabutnya hilang dibarengi hujan yang juga mereda. Alhamdulillah.

Hahaha buat yang punya hobi mendaki cerita saya ini sedikit lebay ya, hahaha... Iya nih sama kabut dan kelembaban segitu aja pernapasan saya udah kalah, gimana mau ke atas lagi ya?

Yah tapi entah sampai kapan kita bisa melihat kabut (yang dalan arti sebenarnya). Sampai kapan hutan bisa tetap terjaga, tidak tergantikan dengan perkebunan sawit yang juga bikin krisis air?

Ah entahlah, mau nyalah-nyalahin orang atau pihak-pihak tertentu juga siapa saya? Jaga lingkungan terdekat juga masih belum becus. Yah mudah-mudahan jangan sampai kabut yang selalu kita jumpai itu bukan melulu kabut asap ya teman :(




Sabtu, 13 September 2014

Mie Lidi alias Mie gomak

Assalammu'alaikum wr wb

Pada bingung nggak teman-teman kenapa nama mie ini disebut Mie Lidi. Hihihi saya juga kurang tau kenapa disebutnya begitu, setau saya ya mungkin karena bentuknya yang kaya lidi itu kali ya :p

Kalau di Sumatera Utara mie ini dikenal dengan sebutan Mie Gomak nih.



Mie ini cara pengolahannya rada ribet sebenarnya. Karena harus direbus dulu kemudian dicuci dan ditiriskan baru bisa kita olah sesuai selera. Bisa ditumis, direbus atau disajikan bersama lontong.

Kebetulan di rumah Takengon di depan rumah ada warung kecil milik mama yang menu utamanya ya Lontong Mie ini.



Saya kurang tahu juga sebenarnya mie lidi ini adanya dimana aja. Tapi pernah ada teman saya yang berasal dari Jakarta yang memang hobinya itu masak, baru mengenal mie ini ketika berkunjung ke Medan.

Untuk merknya juga beragam, tapi yang paling terkenal itu merk 'GL'. Tapi di Aceh ada merk baru seperti yang di foto yang di atas.

Waduh jadi pengen jajan mie nih. Buat yang lagi ke Aceh dan Sumatera Utara jangan lupa jajan mie yang satu ini ya :D


Jumat, 15 Agustus 2014

Jajan Sehat Ya ke Mie Pangsit Hijau Nami di Takengon

Assalammu'alaikum wr wb

Di hari minggu yang lalu, sepulang dari rumah kakak, saya mampir lagi ke warung pangsit yang satu ini.

Sesuai namanya "Pangsit Hijau Nami", mie pangsit yang dijajakan di warung ini memang berwarna hijau. Ini tentu saja sesuatu yang baru di Takengon.



Mie Pangsit ini udah ada sejak tahun 2013 dari hasil pengamatan saya ( hahaha lupa nanya pas ngobrol sama pemiliknya).

Dari hasil ngobrol singkat sama pemiliknya, warna hijau pada mie itu berasal dari sawi. Saya sempat menanyakan kenapa bukan memakai bayam sebagai pewarnanya. Menurut pemiliknya, sawi lebih bersahabat untuk perut, begitu katanya. Tapi menurut saya memilih sawi juga hal yang tepat sih, soalnya di Takengon sendiri petani sawi lumayan banyak, yah jadi untuk memperoleh bahan bakunya jadi nggak sulit ya buat mereka.

Waktu pertama kali mencicipi mie pangsit ini, saya mengira di olahan ayamnya memakai tauco, karena saya menemukan kacang kuning seperti yg ada pada tauco, tetapi saya nggak nemuin rasa khas tauconya. Ternyata setelah saya tanyakan pada pemiliknya, mereka tidak memakai tauco. Hanya memakai kacang kuning pada campuran bumbu ayamnya. Dan satu yang khas lagi menurut pemiliknya, mereka menggunakan sumsum pada kaldunya.

Satu lagi yang unik adalah mangkuknya yg terbuat dari tanah liat, like this one :)



Buat kalian yang penasaran sama jajanan yang satu ini, coba aja mampir ke warungnya berada di Blang Kolak 2, tepatnya di depan Bank BRI Takengon.

Hahaha postingan saya akhir-akhir ini, lagi doyan makan soalnya *lirik timbangan


Jumat, 08 Agustus 2014

Melepas Rindu Dengan Mie Ayam

Assalammu'alaikum wr wb

Hampir sebulanan nggak jajan mie ayam, lidah ini berasa ada yang kurang. Jadilah beberapa hari yang lalu, saya dan Mimi kembaran saya hunting tempat jajanan mie ayam yang belum pernah kami kunjungi di Takengon.



Atas rekomendasi sepupu, kami pun penasaran nyobain mie ayam di warung bakso langganannya. Warung bakso Mitra yang juga menjual mie ayam yang kami datengin kemarin sore itu terletak di Jl. Lebe Kader, di dekat SMA Neg. 1 Takengon.



Tempatnya lumayan cozy dan cukup bersih. Kalo soal rasa kalo menurut saya yah kurang nendang semurnya itu. Kalo kuah kaldunya yah lumayanlah.



Soal harga untuk ukuran Takengon ya standarlah, semangkuknya Rp 10.000.

Nah buat kalian yang lagi berkunjung ke Takengon, warung ini bisa jadi salah satu alternatif buat jajan nih. Lokasinua juga mudah di dapat, tepat di jalan utama kota.




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...