Sabtu, 02 Mei 2015

Medan Mengukir Ceria 3 Bersama SIGI Medan


SIGI Medan


Assalammu'alaikum wr wb

Setelah menyelesaikan kegiatan Medan Mengukir Ceria yang kedua pada bulan Maret lalu, teman-teman dari SIGI Medan akan melaksanakan Medan Mengukir Ceria yang ketiga pada bulan Mei hingga Juli nanti.

Kali ini Sahabat Indonesia Berbagi Medan akan berbagi inspirasi dan keceriaan bersama anak-anak SEKOLAH PINTAR Bagan Percut, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Di bawah ini adalah rangkaian jadwal kegiatannya. Dicatet ya teman :)

- 3 Mei   : Pembukaan dan Games seru
- 17 Mei : Keterampilan
- 31 Mei : Interpreneur
- 14 Juni : Berkebun
- 28 Juni : Dongeng
- Ba'da Lebaran: Nobar

Juga ada kegiatan tambahan yaitu pembagian Al Qur'an dan vesinergi dengan "Pustaka Al Kautsar" dengan donasi Rp 50.000

Untuk teman-teman yang ingin ikut berdonasi bisa ditransfer ke BRI 0191 01 000936 53 0 A.N Rani Ardilla Barus

Contact Person:
Kina : 085276191080
Eno  : 089617913362

Mari berbagi teman, karena berbagi tak pernah membuat kita rugi :)

Salam SIGI ceria ♥


Selasa, 28 April 2015

Mengintip Keindahan Kuil Shri Mariamman Medan

Kuil Shri Marriamman, akhirnya kesampaian juga keinginan saya dan Ilai dua tahun yang lalu untuk melihat keindahannya.

Buat yang udah lama ngikutin blog saya mungkin pernah baca ya tentang kekecewaan saya dan ilai karena gagal masuk kemari karena salah jadwal, tapi akhirnya kesampaian kemari lagi baru dua tahun kemudian, hahaha...
Buat yang belum tau ceritanya, bisa baca di sini :)

Medan
Kuil Shri Mariamman


Kuil Shri Mariamman ini adalah kuil Hindu tertua di kota Medan. Dibangun sekitar tahun 1884 di daerah perkampungan Madras (dulunya dikenal dengan sebutan Kampung Keling). Tepatnya di Jln. Teuku Umar no.18, Medan.


Medan
Selamat Datang


Dilihat dari luar saja kuil ini sudah menarik perhatian. Saya paling suka dengan pagar tinggi di bagian sampingnya yang dicat hitam dan banyak terdapat ukiran (gambarnya lihat di link di atas ya) dan yang tidak kalah menarik perhatian bagian atasnya yang dicat emas dan berbagai patung berwarna-warni yang sedikit terlihat dari luar jika kuil dalam keadaan tertutup.

Nah ini dia suasana di halaman kuil.

Medan
Kita bisa lihat sejarahnya di sini.

Medan
Bagian atas di sebelah kiri bagian depannya.

Medan
Bagian depan sebelah kiri.
Sst.. kakaknya sedang beribadah.


Nah sekarang kita masuk ke dalam yuk. Jangan lupa lepas sendal dan sepatumu ya :)

Coba kalian lihat bagian langit-langitnya, indah ya. Berwarna-warni penuh dengan ornamen khas India. Juga terdapat lampu kristal klasik di sana, love it ♥

Di bagian depan itu adalah bilik-bilik pemujaan, tapi kita cuma boleh intip-intip aja ya, nggak bole masuk. Juga ada beberapa foto sejarah tentang kuil ini di bagian depan. Tapi ya kita juga tidak boleh ribut di dalam, ya namanya juga tempat ibadah. Kita kan harus menghargai saudara-saudara kita yang sedang beribadah di sana :)


Medan
Bagian dalam kuil

Medan memang terkenal dengan multi etnisnya dan keturunan etnis India Tamil adalah salah satunya. Itulah awalnya mengapa kuil ini dibangun. Buat kalian yang ingin berkunjung kemari, kuil ini terbuka untuk umum kok dan juga sudah menjadi salah satu objek wisata sejarah di kota Medan.

Ini dia jadwal kunjungannya:
* 06.00 - 12.00 WIB
* 16.00 - 20.00 WIB



Selasa, 10 Maret 2015

Silaturahmi Keluarga Besar Pecinta Rajutan Medan

Assalammu'alaikum wr wb

Para pecinta rajutan di Medan atau Sumatera Utara, pada tanggal 22 Februari 2015 yang lalu mengadakan kopdar pertama di Ringroad Craft Medan.

Medan
Para Pecinta Rajut Medan


Berawal dari ajakan kopdar di GROUP CROCHET / MERAJUT (Facebook) akhirnya para pecinta rajut di Medan sepakat mengadakan kopdar pada hari minggu yang lumayan panas itu. Yah walau tidak semua bisa hadir karena ada urusan masing-masing.

Acara dimulai sebenarnya sekitar jam 13.00 WIB, tetapi saya dan Mimi datang lebih cepat sejam. Di sini juga diadain bazaar buat majang hasil peserta yang hadir. Pada bagus-bagus semua. Saya jadi segan mau keluarin pouch buatan saya, hehehe.. Selain hasil rajutan juga ada pernak-pernik dari kreasi wire.

bazaar
Ayo diborong bu ibu :)


Yang dateng rata-rata tuh mama-mama kece semua, jadi ngerasa kayak anak bawang sayanya (padahal udah tua juga). Dan yang pasti udah pada berpengalaman semua.

kopdar
Ada yang serius nyimak MC &
ada yang asik belajar pola baru.


Karena masih kopdar pertama ya masih belum terlalu terkonsep acaranya dan yang disayangkan seharusnya ada perkenalan diri masing-masing dari semua peserta yang hadir. Soalnya walau udah pada ngumpul gitu tetap aja kenalnya nggak ke semua juga, cuma beberapa aja :(

Bulan ini rencananya juga akan diadakan kopdar lagi. Tapi belum ada tanggal pastinya. Kalau ada yang suka ngerajut juga, pantengin GROUP CROCHET / MERAJUT aja ya. Karena pecinta rajut medan belum punya akun sendiri. Dan bulan ini akan lebih seru karena akan ada praktek membuat pouch bunga tulip. Ah tapi sayang sepertinya saya nggak bisa hadir :'(

Akhirnya setelah sekian lama mencari, ketemu juga sama para sesama pecinta rajut. Dulu taunya kan yang eksis pada di Jawa semua ya, hehehe...

Salam rajuters ♥


K

Rabu, 18 Februari 2015

Berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Medan

Assalammu'alaikum wr wb


Perpustakaan Umum Kota Medan
Gunakan ini sebagai petunjuk letak
perpustakaannya ya.


Berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Medan ini udah menjadi PR sejak zaman kapan tau, akhirnya minggu lalu kesampaian juga berkunjung ke sana. Biasanya saya lebih sering berkunjung ke Perpustakaan Daerah sewaktu kuliah.

Perpustakaan ini terletak di Jl. Iskandar Muda sebelum lampu merah simpang Jl. Gajah Mada. Nyempil diantara dua kantor lainnya membuat saya bingung dimana pintu masuknya. Awalnya saya kira perpustakaannya justru berada di dalam salah satu kantor tersebut, tetapi ternyata tidak.

perpustakaan
Bagian depan perpustakaan.

Sticker di pintunya


Masuk ke dalamnya kita langsung disambut dengan rak-rak buku. Ternyata ruangannya juga kecil, sehingga kesannya agak sempit perpustakaannya.


Silahkan dipilih bukunya :)


Di sebelah kanan terdapat tempat duduk untuk membaca atau sekedar ingin mempergunakan jaringan wi-fi. Oia juga terdapat beberapa komputer juga di sana. Maaf foto bagian ini yang saya ambil tidak bagus hasilnya. Lalu di sebelah kiri ada petugas perpustakaan bagian meminjam dan mengbalikan buku dan mengurus keanggotaan perpustakaan juga. Di bagian ujungnya terdapat loker untuk menyimpan tas pengunjung. Sayang lokernya nggak ada kuncinya.

Di bagian kanan juga terdapat perpustakaan khusus anak-anak dan dilengkapi dengan mainan juga. Di sebelahnya terdapat sebuah kantor. Oia di samping loker juga terdapat sebuah kantor.

Beralih ke bagian belakang juga terdapat beberapa meja besar beserta kursi untuk para pembaca. Saya memilih membaca di bagian ini. Tepat di bagian kiri belakang juga terdapat cafetaria mini.

Pemandangan daei tempat saya membaca.


Menurut saya perpustakaan ini terlalu padat isinya, apalagi jika pengunjungnya ramai. Dan sedikit ribut. Entah karena saya datang ketika jam istirahat atau memang begitu saya juga kurang tahu.

Koleksi bukunya juga terbilang koleksi buku-buku lama. Jarang terlihat buku-buku terbitan baru. Entahlah, mungkin pada dipinjam semua kali ya, hehehe...

Yah setidaknya ada tempat alternatif membaca buku gratis baru buat saya sekarang. Karena kalau kemari kan hanya sekali angkot aja :)

Nah, kalian apa sudah pernah berkunjung ke Perpustakaan Umun Kota Medan ini belum?

Minggu, 15 Februari 2015

Mahakarya Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-265

Assalammu'alaikum wr wb

Ceritanya udah rada basi sebenarnya, tapi sayang kalau tidak berbagi cerita di sini. Pada bulan Januari lalu diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-265. Salah satu rangkaian acaranya adalah Pameran Pembangunan yang diadakan di Kota Stabat.

Hari Jadi Kabupaten Langkat
Welcome

Pada tanggal 8 Januari 2015 saya kesana dengan naik mini bus dari Pinang Baris. Sejak tarif ongkos naik, ini pertama kali saya ke Stabat lagi. Biasanya ongkos dari Medan sekitar Rp 7.000, sekarang naik menjadi Rp 10.000. Tapi sekarang ongkosnya udah turun lagi menjadi Rp 8.000. Karena hari minggu pagi penumpangnya sepi dan jalanan juga sepi, jadi dalam waktu satu jaman saja sudah saya sampai di Stabat.

Sampai di Stabat nunggu dijemput Ilay dulu di halte di dekat tugu Stabat. Ternyata haltenya dijadikan pangkalan mini bus, tapi saya nggak tahu mini bus jurusan mana. Jadinya selama duduk menunggu di situ asik ditanyai mau kemana sama supir mini bus yang mampir. Padahal sayanya juga baru nyampe, hahaha...

Nggak lama Ilay akhirnya dateng juga. Awalnya cuma muter-muter alun-alunnya aja, tapi akhirnya saya mutusin untuk ke Pamerannya saat itu aja, nggak perlu nunggu sore. Mumpung masih sepi juga pengunjungnya, jadi nggak perlu berdesakan.

Begitu masuk kami mengunjungi stand TNI AD. Wuih senapan-senapannya berat-berat ternyata. Pengunjung diperbolehin megang juga loh. Pegel juga angkat senjatanya. Pantesan aja kalo mau jadi TNI harus berotot gitu ya, berat gitu senjatanya.

Pameran
Senjata asli loh ini.
Saking asiknya, lupa nanya nama
jenis senjatanya, hihihi

TNI AD
Masnya malu-malu pas dimintai foto :(

Terus lanjut lagi ke bagian panggung utama yang ternyata lagi nyelenggarain lomba busana daerah tingkat TK. Lucu-lucu adik-adiknya, pada malu-malu.

lomba peragaan busana
Harap maklum karena jepretnya cuma
pakai hp jadi adik-adik kecilnya
semakin keliatan kecil di sini, hehehe


Lanjut lagi ke bagian pameran masing-masing kecamatan. Umumnya mereka pada pamerin hasil kerajinan tangan dan makanan kemasan. Ada stand barang-barang recycle juga.




Di sampingnya malah terdengar musik yang lumayan keras. Ternyata itu berasal dari stand Marinir. Pangkalan mereka adanya di Pangkalan Brandan saat saya tanya ke mas-masnya. Kaminya nanya-nanya masnya malah ngasi kami majalah *doh


Selang beberapa stand, kami nemu stand Melayu. Yah seperti kita ketahui di Langkat yang dominan itu kan Suku Melayu dan Jawa ya. Standnya simple, cuma tampak pelaminan khas Melayu aja.

Pangeran Cahaya, kapan kita bersanding
di sini?


Nah agak ke ujung kami nemu stand PUJAKESUMA alias Putera/i Jawa Kelahiran Sumatera. Lumayan lengkap standnya dengan kesenian Jawa. Mulai Wayang, Reog dan Kuda Lumping.

Minta tolong adik-adik SMA
yang lagi berkunjung juga buat jepret.
Cuma dijepretin satu :(
Tapi jadilah daripada nggak ada.





Juga ada stand lukisan nih. Kayaknya baru aja selesai ngadain lomba mewarnai di sana. Lukisan-lukisan yang dipamerin lumayan banyak dan beragam temanya.



Terakhir kami mengunjungi stand TNI lagi. Tapi yang ini tugasnya berhubungan dengan pengawasan udara gitu. Pangkalan mereka adanya di Binjai kata mas-masnya.

Segan mau foto sama mas-masnya.
Jadilah foto sama patung berseragam saja.


Dan muter-muter itupun diakhiri dengan jajan mie pecel, yaaay...

Maafken postingannya berisi wajah saya yang tak seberapa ini semuanya. Jadi, kalian ada yang berkunjung ke acara ini juga nggak?

Jumat, 06 Februari 2015

Menyeberangi Sungai Wampu Dengan Getek

Assalammu'alaikum wr wb

Pada tau nggak Sungai Wampu itu dimana teman-teman? Sungai Wampu itu membentang jauh sebenarnya, mulai dari Kabupaten Langkat sampai ke Kabupaten Karo. Jauh ya, saya aja baru tau pas nanya mbah google tadi, hahaha...

Getek
Asyiiik geteknya dateng.


Eits jangan kira saya akan mengarungi Sungai Wampu sejauh itu ya, sayanya cuma Menyeberangi Sungai Wampu dengan getek aja. Tepatnya di Kampung Durian, Stabat. Getek ini dimanfaatkan warga sebagai jalan pintas agar tidak memutar jauh perjalanan.

Stabat
Jalan menuju sungainya.
Kita bisaa menjumpai kebun sawit,
kebun duku dan rimbunan bambu :)


Awalnya saya kira geteknya cuma kayak susunan papan yang ditarik dengan bantuan tali aja, sama kayak di desa tempat kakak saya sewaktu bidan PTT sewaktu saya SD dulu. Eh taunya perkiraan saya salah. Geteknya tuh gabungan dua sampan kecil yang udah dimodifikasi gitu. Sebenarnya ini juga masih baru sih, getek yang lama ya sama dengan getek diperkiraan saya sebelumnya.

getek
Ada penumpang yang ketinggalan.
Uwaknya bela-belain turun
lagi untuk jemput penumpangnya :)


Getek ini biasanya digunakan para pengendara sepeda motor dengan tarif Rp 2.000 sekali nyebrangnya.

Gaya saya kaku begitu,
takut nyemplung ceritanya :p


Saya dan Ilay cuma numpang duduk cantik aja di geteknya, nyebrang bolak-balik hahaha...

Stabat
Ilay, si Bunga Desa Selemak ♥


Makasih ya wak udah dikasih gratis naik geteknya. Kata Uwaknya "Nggak papa, nanti kapan-kapan bawa temen-temennya lagi ya untuk naik getek uwak". Uwaknya baik sekali. Mudah-mudahan terus dilancarin rezekinya ya Wak, aamiin...

Nah kalau lagi berkunjung ke Stabat nggak ada salahnya buat naik getek buat yang belum pernah ngerasain ya teman. Di kota mana ada yang beginian, hihihi. Kadang hal-hal sederhana gini juga bisa jadi pilihan liburan yang menyenangkan kok :)




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...