Kamis, 27 Februari 2014

Happy Birthday OWL

Assalammu'alaikum wr wb

Apakah OWL itu?
OWL itu adalah singkatan dari Orekan Waktu Luang, blog salah seorang teman bernama Aulia [@hack87]
Kalau diingat-ingat kapan pertama kali saya mengenalnya, jawabannya adalah saya nggak ingaaat, hahaha...
*peace Aul

Yang pasti kami mulai kenal melalui twitter, yang saya tau Aulia ini adalah salah satu pendiri akun @Iloveaceh yang waktu itu mulai rajin saya ikuti. Nah di bulan ini, OWL sudah berusia 7 tahun, wah udah gede ya OWL (/ >o<)/

Sebenarnya karena saya sekarang juga sudah jarang BW, jadinya juga udah jarang juga maen ke sana. Tapi dari blog itu saya banyak belajar sejarah tentang Aceh. Secara ya masalah sejarah saya ini awam sekali, banyak postingan Aulia yang membantu saya untuk mengenal Aceh lebih jauh lagi. Selain itu Aulia juga banyak berbagi informasi tentang social media dan blogger juga sih. Wah kalo dibandingin sama blog Chi, waaaah kalah jauh dimana-mananya kalo soal manfaatnya. Kayak nggak tau aja, ini blog saya isinya curcolan melulu, hehehe...

Selamat ulang tahun sekali lagi ya OWL, semoga bisa makin banyak memberi manfaat untuk para pembacamu dan tetap menginspirasi :)

Oia, sedikit saran juga sih nih...
Auuuuul sesekali majang foto diri kek, narsis sesekali nggak papa loh, hahaha...
*minta dilempar sendal
Semoga suatu hari nanti bisa ketemu langsung sama kamu ya Aul :)







Rabu, 26 Februari 2014

Senin, 24 Februari 2014

Berkunjung ke Pasar Ikan Lampulo, Banda Aceh

Assalammu'alaikum wr wb

Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke daerah Lampulo, Banda Aceh. Sebenarnya daerah ini juga tidak terlalu jauh dari rumah bibi, tempat saya menginap. Tapi yah lagi-lagi karena saya nggak bisa bawa motor sendiri, jadilah saya nggak bisa menjelajah tanpa bantuan orang lain. Mau sewa becak, oh NO... tarif becak di Banda Aceh nggak cocok buat kantong saya :(

Kali pertama saya juga berkunjung ke pasar ikan lamanya, sampai sekarang sebenarnya masih berfungsi, tetapi kata sepupu saya kapal nelayan lebih banyak berlabuh ke lokasi pasar yang baru. Mungkin sebenarnya ini lebih tepat disebut pelabuhan pelelangan ikan kali ya.

Di lokasi yang baru, di pintu masuknya kita dikenai biaya parkir kendaraan. Dan jangan kaget kalau di sana kita bakal disambut dengan aroma super amis ya teman-teman. Namanya juga pasar ikan, hehehe...

Yuk kita intip-intip fotonya :)


Begitu masuk kawasan pasarnya,
kita akan mendapati pemandangan ini.



Beralih ke sebelah kanannya,
kita akan menemukan lapak-lapak
para penjual ikan seperti ini.



Huaaaa pemandangan seperti ini
sudah biasa di sini



Intip-intip pak nelayan
yang lagi bongkar muatannya nih.
Duh itu sempat deg-degan juga
ngelihat ke bawah gitu, hehehe...





Ikan yang akan dilelang.
Duh itu yang kerja kenapa
anak-anak begitu ya?




Ini tampak bangunan utama
dilihat dari belakang.




Pada percaya kalo kami ke sana cuma buat beli ikan bandeng doang? Iya, beneran, hehehe...
Nah kalo mau nyari ikan dengan harga yang lebih miring di Banda Aceh, ya di sini ini tempatnya :)




Sabtu, 22 Februari 2014

Berkunjung ke Museum Tsunami, Banda Aceh

Assalammu'alaikum wr wb

Minggu lalu saya akhirnya bisa masuk juga ke museum ini, udah beberapa kali berkunjung ke Banda Aceh setelah Museum Tsunami ini dibangun, tapi kok ya selalu ada halangan untuk mampir kemari.





Sebenarnya museum ini juga nggak jauh-jauh amat dari rumah bibi. Tapi ya berhubung di Banda Aceh kendaraan umum nggak melewati setiap arteri jalan di sana, alias susah, ditambah sayanya yang nggak bisa bawa motor, yah tak ada pilihan lain selain menunggu mendapat tumpangan ke sana, hehehe...


Walau hari itu panasnya teriknya ampun-ampunan, tapi tenang di museumnya kan ada ACnya, jadi adeeeem...

Untuk masuk ke museum ini kita tidak dikenakan biaya, tetapi ada larangan untuk membawa tas ke dalam. Saya juga bingung dengan peraturannya, karena waktu sudah berada di dalam seperti tidak ada barang yang memungkinkan untuk dibawa oleh pengunjung. Tapi setelah agak-agak merayu petugasnya, kami dibolehkan membawa tas kamera sepupu saya, karena memang di dalamnya ada lensa yang kalau dititipkan kami malah takut hilang.



Saya nggak terlalu banyak cerita ya, pamer foto-fotonya aja ya :)


Bagian depannya




Mia, sepupu saya yang lagi sibuk ambil gambar




Bagian atasnya
Itu yang digantung di atas situ adalah nama-nama 
negara yang memberikan bantuan pasca tsunami
di Aceh




Ruang pameran foto




Koridor 



Saya suka sekali dengan bola-bola
yang terdapat di pinggiran kolamnya




Kata sepupu saya
dinding kaca ini adalah tempat
terfavorit pengunjung sebagai latar
untuk berfoto :)




Di ruang tempat memajang lukisan para donatur,
kami berdua sepakat
ini adalah lukisan terbaik.
Sayang tidak ada keterangan pelukisnya :(



Bagian luarnya di lihat dari lantai dua




Over all saya suka sekali dengan konsep bangunannya, tapi ya ada yang disayangkan juga. Museum seluas itu, menurut saya isinya juga terlalu sedikit. Jadinya kesannya saya kesana cuma sisuguhkan konsep bangunan yang apik saja. Terus untuk alat-alat simulasinya juga sudah banyak yang rusak, sayang sekali :(
Padahal saya ingin juga masuk ke alat simulasi gempanya :(

Ya... itulah cerita singkat saya ketika berkunjung ke sana, buat yang sedang atau akan maen ke Aceh, jangan lupa mampir kemari ya :)




Kamis, 20 Februari 2014

Malam Mingguan di Canai Mamak, Banda Aceh

Assalammu'alaikum wr wb

Hari Sabtu yang lalu akhirnya saya berkesempatan untuk mampir ke Canai Mamak di Banda Aceh. Soalnya ini katanya google sangat direkomendasikan buat dikunjungi kalau kita ke Banda Aceh. Satu kata yang tepat begitu nyampe di sana adalah PADAT bo'!!!




Ternyata cafe yang satu ini memang lagi in dikalangan anak-anak muda Banda Aceh. Bahkan mereka udah punya dua cabang. Saya kebetulan berkunjung ke cabang yang di Setui. Ini juga cafe pertama mereka sih. Pertama ngelihat logo dan menunya, lah ini kenapa ada embel-embel KLnya? Ternyata menurut cerita seorang teman, pemilik cafe ini dulunya memang pernah bekerja di Malaysia dan di sana pun bekerja membuat canai. 





Dari segi interior menurut saya sih menarik, walau agak sempit jadinya saking ramenya pengunjungnya. Dan menurut cerita teman juga, dulunya cafe ini juga merupakan cafe pertama yang punya konsep interior yang anak muda banget. Tapi ini masih cerita temenku aja sih, kebenarannya nanya yang punya aja ya, hehehe...




Sebenarnya saya kurang suka sih sama canai, tapi ya udah kemari nggak makan canai ya nggak sah ya. Nah malem itu saya milih canai telur bawang + kari ayam, terus teh tarik halia dan kates kerok.

Untuk canainya porsinya lumayan besar, saya aja kekenyangan ngabisinnya. Sebenarnya kurang suka sih, ya namanya canai memang agak alot sih. Kuah karinya juga kurang berasa. Saya kok malah jadi pengen makan martabak telur jadinya, hehehe....



Untuk teh tariknya ya kayak teh tarik umumnya, tapi ya karena ada embel-embel halia di belakangnya udah tau dong bakal berasa jahe juga :)


Nah untuk kates keroknya, rasa sirup kurnianya kurang berasa dan lagi kok beda jauh sama tampilannya dengan di menunyaaaa...


Baiklah cukup kritikannya!
Kalo sepupunya saya Mia milih canai lima rasa, Dikirain ada 5 rasa beneran, ternyata nggak juga. Cuma tiga rasa, yaitu cokelat, srikaya dan canai manis biasa.


Wah pulang-pulang kenyang pokoknya, padahal cuma makan canai gitu. Kebanyakan minumnya kayaknya, hahaha...

Oia buat harnyanya juga nggak mahal-mahal amat, nih listnya:
Canai telur bawang + kari : Rp 11.000
Canai lima rasa : Rp 10.000
Teh tarik halia: Rp 8.000
Kates Kerok: Rp 10.000

Alamatnya:
Jl Teuku Umar no. 51
Seutui, Banda Aceh



Jumat, 14 Februari 2014

Lunch at Peunayong

Assalammu'alaikum wr wb

Hari Rabu lalu saya dapet rekomendasi makan siang dari Mia, sepupu saya. Walau hari itu matahari teriknya ampun-ampunan, nggak memundurkan niat saya buat icip-icip makanan baru. Mumpung lagi di Banda Aceh. Lokasinya berada di Peunayong, ini dia alamatnya, hehehe lupa ambil foto warungnya, jadi buku menunya aja ya :p

Banda Aceh



Atas rekomendasi dari Mia, saya memesan Ifu Mie Kuah Seafood. Kalo di Medan, biasanya saya cuma sering makan ifu mie yang ditumis aja, kali ini dapet sajian beda. Jadi ifu mienya disiram kuah kaldu seafood gitu, terus dikasih toping udang, cumi, sawi, bunga kol, bakso goreng yang diiris-iris plus telur. Kalo untuk ukaran saya, porsinya lumayan banyak. Saya aja sampe kekenyangan ngabisinnya, hahaha :9



ifu mie kuah seafood



Untuk minumannya saya memesan Juice Sari Buah siang itu. Sebenarnya porsinya standard sih, tapi karena udah kekenyangan sama ifu mienya, jadinya nggak sanggup ngabisin sayanya. Juice ini adalah juice campuran 4 macam buah, yaitu sirsak, terong belanda, mangga dan jambu kelutuk merah. Dari rasanya juga tidak terlalu manis, kayaknya sih nggak dikasih gula. Tapi kalo dikasih gula pun, mungkin hanya sedikit. Karena rasanya tidak terlalu manis. I like it :9


jenis-jenis juice



Makan siang yang mengenyangkan :9
Oia ini tuh warung chinese food memang, tapi tenang aja. Halal kok :)



Info Harga:
Ifu mie: Rp 18.000
Juice Sari Buah: Rp 8.000





Rabu, 12 Februari 2014

Masih Ada Bukan Berarti Masih Sama

Assalammu'alaikum wr wb

Hihihi pada tau nggak apa maksud dari postingan Chi kali ini?
Sebenarnya ini tuh tentang salah satu jajanan masa kecil yang beberapa hari yang lalu sempat Chi jumpain lagi pas pulang ke Takengon.

Nah ini dia barangnya



Yap, ini adalah permen karet yang sewaktu SD dulu sempat jadi jajanan favorit Chi. Tapiiiii.... walau kemasannya masih sama, ternyata rasanya nggak sama . PAHIIIIIIIT.... :(
Sayang sekali, pantes aja tolplesnya masih penuh pas Chi beli.

Jadi kangen jajanan kesukaan semasa kecil-kecil dulu. Bahkan jajanan simple pun bisa jadi sangat lezat. Kerupuk opak (terbuat dari singkong/ ubi kayu) yang dilumuri larutan gula merah atau semacam bumbu sate padang jadi salah satu favorit Chi. Ada juga kerupuk angin, yang bentuknya lingkaran berwarna-warni, yang sekali masuk mulut langsung lumer, hihhihihi. Juga macem-macem manisan yang diwarnai dengan gincu berwarna kuning.
Nggak kayak anak-anak sekarang yang jajanannya macem-macem, tapi agak diragukan bebas dari berbagai penyedap :(

Nah kalo kalian suka jajan apa dulu semasa kecil?




Kamis, 06 Februari 2014

#OneDayOneShot

Assalammu'alaikum wr wb

Lah apa pula ini?
Hehehe ini ceritanya saya lagi sangat-sangat kurang kerjaan, jadilah iseng jepret-jepret pake hp abal-abal kesayangan my champ. Tapi ya kadang-kadang nebeng hp nya Mimi juga, hehehe....

Niat awal mau post tiap hari di Facebook, tapi pada kenyataannya nggak tiap hari juga.
*tepuk jidat

Let's check beberapa jepretan sayaaa ( >o<)9


Sebelum Gugur



Bibit





Bebek




Keychain


Hehehe kebanyakan rada blur ya, hehehe... 
Maklum orang kurang kerjaan :p
*Tapi masih berusaha untuk tidak tergoda pake app 360 lagi





LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...